Ada tren akhir-akhir ini untuk menolak keberadaan mal di kota-kota besar. Bahkan ada juga gerakan untuk mengurangi kegiatan di mal di hari libur untuk keluarga.

Jika pemikirannya adalah perbandingan antara lahan yang dipakai untuk pemukiman dan fasilitas umum dibanding yang dipakai untuk membangun mal tentu saja masuk akal.

Tapi mal sendiri sebenarnya punya beberapa manfaat yang kadang kala membuat kita tak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika di dunia ini tak ada mal sama sekali. Bisakah Anda membayangkannya?

Padahal pada awal kemunculan tren pembangunan mal di tahun 1980-an mall tidak segemerlap sekarang.

Seperti dilansir Huffington Post, berikut 10 alasan mengapa mal jadi tempat yang dicintai oleh semua orang. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.

1. Mengakrabkan keluarga

Bahkan dalam keluarga yang sedang tidak akur sekalipun, sekadar jalan-jalan di mal akan membuat suasana lebih cair sekembalinya ke rumah.

2. Tempat nongkrong terasyik sepulang sekolah.

Bagi sebagian orang mal memberikan cara untuk menghabiskan waktu di jeda waktu antara sekolah, pekerjaan dan hal-hal lain yang masuk kategori kewajiban. Secangkir kopi atau membeli sepotong baju, adalah kemerdekaan yang mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa jam diantara semua rutinitas hidup.

3.Versi original one-stop-shop.

Apapun yang kita butuhkan ada di mall. Mulai dari televisi layar datar, baju yang baru sampai cemilan yang unik dan enak bisa didapatkan.

4. Membuka lapangan kerja.

Mulai dari pakar fesyen, koki, tenaga kebersihan, petugas kebersihan, kasir dan sebagainya bisa diserap oleh mal.

5. Wisata hidung.

Tanpa harus berbelanjapun Anda bisa menikmati wisata hidung di sepanjang koridor toko-toko di mal. Mulai dari aroma donat yang nikmat, kopi yang sedap, keharuman parfum di toko kosmetik, sampai aromaterapi bisa kita nikmati.

6. Lapar? Tak Masalah

Lelah melangkah diantara toko, lalu lapar menyerang, Anda tinggal melangkah ke pusat jajanan dan apapun yang diinginkan biasanya tersedia. Bahkan mal di Jakarta saat ini menyediakan makanan mulai dari yang fine dining sampai jajanan khas pasar tradisional.

7. Pusat orang yang ingin melihat dan dilihat.

Pernah melihat seseorang yang jalan-jalan di mal dengan menggunakan high heels? Bayangkan seberapa jauh si high heels ini mampu jalan-jalan di mall yang besar. Tapi memang intinya bukan itu saja. Mal adalah tempat orang jika ingin diperhatikan orang dan memperhatikan orang. Berbagai tipe orang bisa muncul di tempat ini. Cobalah sesekali duduk di sudut cafe untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh orang yang lalu lalang di mal, pasti menarik sekali.

8. Memberi tempat untuk relaksasi

Tak hanya hiruk pikuk orang berbelanja, mencari diskon atau menunggu layanan makanan, di tempat-tempat tertentu di mal kita juga bisa menikmati masa-masa relaksasi. Pergilah ke pusat pijat refleksi, toko buku, toko CD dan sebagainya.

9. Lebih banyak pilihan

Untuk satu jenis benda, Anda bisa mendapatkan yang paling mendekati keinginan Anda. Mulai dari warna, tekstur bahkan mungkin harga.

10. Tahan berbagai cuaca

Tak ada yang menganggu kenikmatan jalan-jalan dan berbelanja selain cuaca yang buruk. Tapi dalam lindungan satu atap besar di mal apa lagi yang perlu kita khawatirkan?

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon