Mencari pemain untuk memerankan seorang tokoh dalam film biopik bukan perkara mudah. Lantas, apa alasan Hanung Bramantyo bisa memilih Dian Sastro untuk memerankan Raden Ajeng Kartini?

Ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mencari sosok wanita yang memiliki nilai karismatik seperti Kartini. Untuk film terbarunya berjudul ‘Kartini’, Hanung tak ragu untuk memasukan beberapa nama artis perempuan muda untuk menjadi Kartini.

“Tadinya kita berpendapat Maudy Ayunda atau Eva Celia. Karena impian kita, kita mau mencari pemain yang umurnya masih sekitar 19 tahun. Ketika melakukan riset kecil-kecilan ternyata (banyak yang pilih) ya Dian Sastro dong,” ungkap Hanung, di Djakarta Teater XXI, Rabu (22/4/2015).

Selain, hasil riset yang lebih banyak memilih Dian, Hanung merasa perempuan kelahiran 1983 itu memiliki nilai jual untuk sebuah film. Nama dan popularitas Dian di dunia film memang sudah tidak diragukan lagi setelah diawal karirnya, Dian menyabet penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Film ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ di FFI pada tahun 2004.

“Kita butuh kendaraan. Kita butuh kendaraan agar ‘Kartini’ masuk kehati moviegoers dan bisa berperang dengan Avangers,” ujar Hanung.

Meski bukan ABG lagi, Hanung pun memberikan tantangan kepada ibu dua anak itu untuk menyerapi peran sebagai Kartini yang lincah dan cerdas. Diungkap Hanung, setelah menerima tawaran memerankan tokoh R. A. Kartini, Dian Sastro merasa ini adalah tantangan untuk dirinya.

“Saya bilang kamu harus kurus. Kamu harus kembali lagi jadi Cinta, tapi dengan gaya Jawa. Dia harus memahami Kartini bukan wanita Jawa yang lemah lembut. Dia itu dijuluki trinil. Semasa ABG-nya Kartini itu lincah, semangat,” ucap Hanung.

“Ternyata karismanya Kartini nggak bisa sembarangan. Dia (Dian) sangat antusias. Menurutnya, ini peran bisa men-challenge dia, dengan arahan Hanung percaya bisa lihat Dian Sastro yang beda,” timpal sang produser, Ronny.

Sambil tertawa, Hanung kembali menjawab kalau Dian Sastro langsung mengajaknya untuk nyekar ke makam Kartini. “Kemaren tiba-tiba dia langsung ajak nyekar, lho.”

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon