Luar biasa! Itu kalimat paling tepat untuk konser “Love of My Life” sajian Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children Choir, dengan konduktor Avip Priatna, yang berlangsung di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu 18 April 2015.

Bayangkanlah, komposisi-komposisi Queen yang memang sudah adiluhung, kian bertenaga malam itu karena campur tangan Avip yang memimpin pertunjukan dan didukung oleh sederetan penyanyi dan solois seperti Judika, Lisa Depe, Heny Janawati, Michele Siswanto (biola), dan Elwin (piano).

Jakarta Concert Orchestra membuka panggung dengan lagu “You’re My Best Friend” karya John Decon yang diaransemen oleh Joko Lemazh Supriyatno. Dalam suasana riang, panggung pun menyala cemerlang. Lantas secara berurutan Avip menyodorkan lagu-lagu “Flash’s Theme”, “Sombody To Love”, “Killer Queen”, There Must Be More In Life Than This”, “Crazy Litle Thing Called Love”, “don’t Stop Me Now”, sebelum akhirnya serombongan bocah yang tergabung dalam The Resonanz Children Choir muncul dengan lagu “Bicycle Race” yang riang.

Bocah-bocah dengan dandanan aneka warna itu mengingatkan saya pada konser tahun lalu di tempat yang sama, lincah dan mengesankan. Kendati digarap sedemikian rapihnya, Avip tak lupa memberikan sentuhan-sentuhan “nakal” yang khas dunia anak-anak, seperti narasi yang diucapkan oleh beberapa anak di panggung atas. Maka jadilah penampilan mereka menjadi sajian segar yang menggenapi kelantangan lagu-lagu rock Queen dari dunia orang dewasa.

Sebelum menyajikan lagu “Love my Life” yang menjadi tema pertunjukan, Avip menyempatkan untuk berkomunikasi dengan penonton. Katanya, mengapa dia memilih Queen, “Karena saya ingin bernostalgia,” ujar Avip.

Konduktor andal ini lalu bercerita, betapa dulu kala dia masih bersekolah SMA di Bandung pada tahun 80an, kelompok Queen sedang berada di puncak popularitas. Tentu saja, bukan sekedar alasan kenangan saja mengapa Avip menggelar acara ini, melainkan karena lagu-lagu Queen dinilai memiliki kualitas di atas rata-rata band pada zamannya maupun hingga kini.

Avip lantas bertutur mengenai lagu yang menjadi tema acara, “Love of My Life”. Katanya, jika biasanya lagu tersebut dibuka dengan piano, malam ini dia ingin sesuatu yang lain. Untuk itu, dia memilih Elwin Hendrijanto, seorang aranjer muda, untuk mengaransemen lagu cinta yang masih kerap dinyanyikan oleh banyak orang itu.

Benar saja, Elwin yang juga menjadi solois pada piano, memberikan sentuhan yang berbeda dari aransemen lagu tersebut. Lagu ini dibuka oleh barisan alat tiup, kemudian disusul string, sebelum akhirnya Elwin dengan pianonya masuk lembut.

Tak seperti pada aransemen Queen yang mendayu, Elwin mengelolanya jadi lebih dinamis dan dramatik. Pada interlude, Elwin memberi sentuhan yang penuh daya laiknya gelombang laut yang gelilisah, sebelum akhirnya tiba di pantai jadi riak, lalu lirih, kemudian berakhir dengan senyap.

Setelah “Love Of My Life”, Avip menyajikan lagu “Bring Back That Leroy Brown” karya Freddie Marcury dalam bentuk akapela yang lincah. Tentu saja, penonton memberi mereka tepukan yang hangat.

Selanjutnya duet maut Judika dan Heny Janawati yang membawakan lagu “Barcelona” karya Freddie Mercury dan Mike Moran yang diaransemen oleh Fafan Isfandiar, menjadi perpaduan yang kontras. Suara pop judika berpadu padan dengan suara mezzo sopran Heny Janawati.

Pertunjukan pun kian meriah saat The Resonanz Children Choir muncul kembali.
Anak-anak itu sungguh menggemaskan. Berbusana khas anak-anak yang aneka warna, mereka muncul lagi membawakan “We Will Rock You”. Kepolosan suara anak-anak itu barangkali yang membuatnya jadi penuh pesona, sehingga mereka beroleh sambutan yang luar biasa dari penonton.

Keseruan malam itu kian sempurna saat Michelle Siswanto yang tampil sebagai solois biola. Dengan busana malam warna ungu, dia tak cuma menggesek biola, tapi juga menari lincah. Sesekali tangannya dijentik-jentikan, di lain waktu dia memutar-mutar pergelangan tangannya. Atraktif sekali dia. Di tengah lagu, Michelle pun mengajak penonton bertepuk tangan sesuai beat drum. Saat lain dia pun berkomunikasi lewat biolanya dengan musisi pendukung lainnya. Keruan saja, saat dia mengakhiri permainan, penonton memberinya tepukan yang panjang.

Konser yang mengesankan itu pun ditutup oleh Judika dan Lisa Depe serta Batavia Madrigal Singers dengan lagu “Bohemian Rhapsody”. Untuk memenuhi permintaan penonton yang enggan beranjak dari tempat duduk, Avip beserta seluruh pengisi acara pun menghadiahi penonton dengan lagu “We Are The Champion”.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon