Menikmati hidangan tradisional tidak melulu harus di warung tradisional juga. Begitu juga dengan suatu tempat nongkrong kekinian tidak melulu harus menyajikan hidangan modern. The Loe, dengan konsep rustic yang banyak diusung oleh kafe modern saat ini, menawarkan kuliner tradisional khas Bali, yakni Babi Guling.

Berada di Jalan Pantai Berawa 100 X, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, The Loe Suckling Pig memberi sentuhan berbeda di antara kafe atau restoran di kawasan Canggu yang dominan hadir dengan konsep western dan modern.

Komang Sudiarta bersama sang putera, Gede Novan Budi Artawan mengemas “warung”-nya dengan sentuhan rustic-vintage yang dirancang sendiri.

Selain memiliki usaha properti, Komang juga menggemari barang-barang bekas dan antik yang kemudian dia terapkan sebagai interior yang menghiasi setiap sudut warungnya.

“Saya rancang semuanya secara sederhana, ya, pokoknya supaya tampak homie. Sehingga siapapun yang datang berasa makan di rumah sendiri. Anggaplah tempat ini sebagai rumah,” ujar Komang.

Komang ingin mengaplikasikan apa yang dimiliki dengan tempat yang sudah ada di The Loe.

Dia menyebutnya sebagai sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki tampilan unik dan menarik.

Seperti ratusan piring kaleng tua yang memenuhi satu sisi dinding The Loe hingga ke bagian atas.

Tak ketinggalan ornamen-ornamen zaman dahulu lainnya yang juga menghiasi tiap sudut dari tempat ini.

“Sekalian untuk nostalgia. Jadi anak-anak muda saat ini juga bisa mengingat kembali ingatan masa lampau, biar tidak terlalu terjebak dengan segala hal yang baru saat ini,” ujar Komang.

The Loe menyajikan beberapa spot berbeda, dengan membagi menjadi area outdoor dan indoor.

Di area outdoor, pengunjung dapat memilih untuk di kursi atau lesehan seperti di kebun, yang tampak cantik dengan pernak pernik etnik yang menghiasi spot tersebut.

Di area indoor, yang juga menyediakan bar bagi pengunjung untuk menikmati minuman, kental dengan suasana vintage dari tiap ornamen yang dipasang.

Setiap pernak-pernik yang ada tersebut, hampir semua hasil buruan dan kreasi dari Komang, Gede dan para staf di sini.

Warung The Loe beroperasi setiap harinya mulai dari sore hari ke malam hari. Yakni, mulai dari pukul 16.00-23.00 Wita.

Senada dengan suasana rumahan yang diusung, sebagai sajiannya Komang dan Gede menawarkan satu di antara sajian tradisional Bali, yakni Babi Guling.

Mungkin hidangan satu ini sudah umum di kalangan masyarakat Bali, tetapi The Loe memiliki tujuan lain mengangkat menu satu ini.

“Babi Guling harus go international, dong. Saya mau tonjolkan Balinya,” ujar Komang.

Untuk sajian Babi Guling tersebut, yang cukup ditonjolkan adalah menu tradisionalnya.

Pada satu porsi Balinese Babi Guling, tersaji potongan daging babi, sayur, nasi merah dan kerupuk kulit sebagai pelengkap.

Menu tradisional lainnya yang dapat dinikmati di The Loe, antara lain Balinese Sausage atau sosis tradisional Bali dan juga Suckling Soup.

Selain itu, juga ada beberapa menu lainnya dengan sentuhan western.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon