Hangout Indo bakal ngajak kamu semua mencicipi seru-seruan hidangan Yogya. Yang pasti bisa bikin kamu ketagihan.

Hari pertama, semuanya tentang gudeg. Untuk sarapan, ada pilihan Gudeg Bu Amad yang terletak di Selokan Mataram UGM. Restoran yang menawarkan gudeg Jogja kering ini sudah dikelola selama tiga generasi. Menurut situs resmi Gudeg Bu Amad, gudeg dijajakan untuk memenuhi kebutuhan kuli proyek pembangunan gedung UGM. Baru pada 1965, berdiri warung gudeg di atas Selokan Mataram.

Tak berapa jauh dari situ, Anda bisa berjalan ke Gudeg Yu Djum yang tempat makannya adalah rumah kayu sederhana. Alamat tepatnya ada di Jalan Kaliurang Km 4,5 Karangasem CT III/22 Yogyakarta, buka dari jam 5 pagi sampai 7 malam. Selain nasi, gudeg, dan sambal krecek, Anda bisa menambah telur pindang, potongan ayam, atau dada ayam.

Untuk makan (agak larut) malam, ada tiga pilihan gudeg yang bisa dicicipi. Pertama, di trotoar Malioboro dekat Pasar Beringharjo, depan Toko Mas Aneka, ada Gudeg Ceker Bu Joyo yang akan ramai dikerubuti pengunjung mulai jam 22.30. Seperti biasanya, selain ceker, gudeg, dan sambal krecek, Anda bisa menambah telur dan/atau potongan ayam. Gudeg yang disajikan di sini adalah jenis basah.

Selain Gudeg Ceker Bu Joyo, ada juga Gudeg Permata Bu Pujo yang terletak di emperan Bioskop Pertama di Jl Sultan Agung Yogyakarta dan mulai buka sekitar jam 9 malam. Sama seperti Gudeg Ceker Bu Joyo, gudeg yang disajikan di sini adalah jenis basah. Anda bisa menambah tahu dan tempe bacem, ceker, telur, dan potongan ayam bersama sajian nasi gudeg dan sambal krecek.

Pilihan gudeg ketiga untuk makan malam adalah Gudeg Pawon yang baru buka sekitar pukul 22.30. Seperti namanya, ‘pawon’, yang berarti dapur, pengunjung di sini akan membeli gudeg langsung dari dapur tempat masaknya.

Gudeg Pawon sudah mulai berjualan sejak 1958. Letaknya di tengah perumahan masyarakat, tepatnya di Jalan Janturan No 36, Warungboto, Umbulharjo. Lebih awal datang lebih baik. Bahkan sebelum dapur buka, antrian pengunjung pun sudah panjang.

Jika hari pertama adalah soal gudeg, maka hari kedua giliran soto dan bakmi jawa.

Pertama, sarapan di Soto Kadipiro yang terletak di Jalan Raya Wates, Bantul yang mulai buka dari jam 7 pagi. Warung soto ini kini dikelola oleh generasi kedua pendirinya. Seperti warung soto kebanyakan, Anda bisa menambah perkedel, potongan ayam, tahu, dan tempe untuk teman santapan.

Soto berikutnya yang bisa menjadi menu makan siang adalah Soto Sawah Bu Hj Hadi yang terletak di Jalan Soragan, Bantul dan mulai berdiri sejak 1970an. Anda harus menyusuri Jalan Godean sampai bertemu Mirota Godean, dari situ belok kiri sampai bertemu perlintasan kereta api. Di kiri jalan, setelah perlintasan kereta api, Anda akan melihat warung soto ini.

Soto lain yang juga populer di Yogyakarta adalah Soto Pak Sholeh. Jika dua soto sebelumnya menggunakan ayam, maka Soto Pak Sholeh menggunakan daging sapi. Letaknya di Jalan Wiratama no 84, Tegalrejo, Yogyakarta.

Untuk makan malam, setidaknya ada tiga pilihan tempat makan bakmi jawa yang bisa Anda datangi. Kekhasan bakmi jawa terletak dalam proses memasaknya yang menggunakan anglo.

Di SPBU atau pom bensin di kawasan Terban, ada Bakmi Mbah Hadi yang menawarkan bakmi godog, bakmi goreng campur, bakmi goreng kuning, dan nasi goreng. Selanjutnya, di sekitar kawasan alun-alun utara, tepat di salah satu pojok keraton, ada Bakmi Pak Pele yang menawarkan menu magelangan (campuran nasi dan mi goreng), nasi goreng, bakmi nyemek (rebus), dan bakmi goreng.

Tentu saja, kami tidak melupakan bakmi jawa yang paling terkenal di Yogya, yaitu Bakmi Kadin di Jalan Bintaran Kulon No.6, Mergangsan yang sudah ada sejak 1947. Bisa dibilang, inilah bakmi jawa yang akan dicari turis ketika datang ke Yogyakarta. Tempat ini juga menawarkan wedhang bajigur untuk teman makan bakmi.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon