Besar kecilnya perkembangan kultur dan budaya di dunia berperan dalam memberikan perubahan pada gaya hidup masyarakat masyarakat Indonesia khususnya di ibukota Jakarta. Gaya hidup tersier yang makin melekat pada tiap-tiap individunya mengajak banyak komponen penunjang masyarakat untuk ikut maju searah arus perkembangan zaman. Hal ini turut mengubah status Pasar Santa yang kini menjadi pasar modern alias Santa Modern Market dari yang dulunya tak lebih dari pasar penyokong bahan-bahan baku bagi penduduk di sekitarnya.

Nama pasar yang kini populer di berbagai kalangan warga Jakarta tersebut, menyimpan banyak pilihan jajanan di dalamnya. Lalu apa sajakah jajanan yang wajib Anda coba? Berikut adalah daftarnya:

1. Ketan Pasar

Kedai dengan pilihan menu berbagai olahan ketan hangat ini cocok untuk membuka petualangan jajan Anda di Pasar Santa. Dengan merogoh kocek sebesar 8000 rupiah saja, anda sudah bisa mendapatkan seporsi ketan susu wijen. Selain makanan, Ketan Pasar juga menawarkan 2 pilihan jamu di menunya. Mmm…cocok untuk menghangatkan tubuh dikala musim hujan.

2. Papricano

Ingin mencoba makanan Meksiko tanpa memboroskan uang? Papricano tempatnya. Selain rasanya yang lezat, kedai ini juga menyajikan masakan-masakan Meksiko seperti Burrito, Quesadilla, Taco, dan lain-lain dengan harga yang cukup ekonomis. Karena Papricano adalah salah satu kedai teramai di Pasar Santa, maka saya sarankan untuk datang lebih awal sebelum buka pada jam 3 sore, atau sebelum restock pada jam 6.30 malam. Wajib Anda coba.

3. Claypot Popo

Nah untuk yang satu ini, cocok sekali untuk Anda yang ingin mengenyangkan perut dengan nasi. Claypot Popo menyajikan masakan nasi dengan lauk sapi atau ayam, sayuran, dan telur. Untuk telurnya, Anda bisa memilih mau disajikan matang atau setengah matang. Perlu diingat karena Claypot Popo menggunakan claypot atau kuali yang terbuat dari tanah liat, hidangan yang disajikan pun memerlukan waktu lebih lama untuk dimasak sehingga Anda harus bersabar dalam menunggu pesanannya. Tetapi tenang, rasa makanannya sepadan kok dengan waktu menunggu.

4. Dudes of Gourmet (D.O.G.)

Jika Anda menemukan sebuah antrian panjang yang menghadang jalan ketika baru naik ke lantai 1, bisa dipastikan bahwa antrian tersebut adalah antrian pelanggan Dudes of Gourmet. Memang ada apasih? Dudes of Gourmet adalah kedai yang menjajakan Hotdog ala Amerika. Lalu apa bedanya? Hotdog yang dijual disini menggunakan roti yang berwarna hitam, juga tambahan beef bacon di setiap porsinya. Sausnya pun khas yaitu D.O.G. yellow sauce yang menambah cita rasa gurih di mulut.

5. Beyond Cendol and Duren Bar

Es cendol dan buah durian mungkin memang sudah akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Di kedai ini Anda bisa menemukan kombinasi keduanya ditambah paduan topping pilihan, tapi yang paling banyak dipesan adalah grass jelly dan eskrim. Tips untuk Anda, lebih baik datang lebih awal. Malah sebisa mungkin sebelum kedai ini buka pada pukul 2 siang. Pasalnya, hingga saat ini mungkin Beyond Cendur (panggilan akrab konsumen untuk kedai) masih memegang rekor untuk kedai yang selalu ramai dikunjungi. Jadi apabila telat, Anda terpaksa harus mengantri atau bahkan bisa tidak kebagian.

6. Warung Kopi Gayo

Dari sekian banyak warung kopi di Pasar Santa, mungkin warung inilah kesukaan saya. Warung Kopi Gayo menawarkan berbagai macam racikan biji kopi luwak asal tanah Gayo, Aceh. Walaupun kopi luwak terkenal dengan harganya yang selangit, di Warung Kopi Gayo Anda cukup merogoh kocek sebesar 25.000 rupiah untuk bisa menikmati secangkir Gayo Bittersweet. Selain kopinya yang nikmat, barista di warung tersebut juga sering memutar lagu-lagu rock klasik. Perpaduan sempurna.

7. Bar-Na-Na

Tidak. Disini tidak menjual pisang bakar ataupun goreng, melainkan pisang yang telah didinginkan, lalu disajikan dengan cara ditusukkan ke stik eskrim dan dilumuri coklat. Tidak lupa pilihan topping seperti Crispy Milo, Nutella, hingga Meses. Sangat menarik, terlebih buat Anda yang suka camilan manis.

8. GeRam

Perkenalkan salah satu warga baru Pasar Santa, Geram alias BurGer Ramen. Kedai kecil yang letaknya di sebelah Claypot Popo ini menyajikan burger unik sebagai senjata utamanya. Kenapa unik? Pasalnya GeRam tidak menggunakan roti sebagai buns untuk burgernya melainkan mie yang telah dicetak bundar dan dipadatkan, sehingga dapat menggenggam patty daging, keju, dan sayuran di dalamnya. Mmm…lezat.

9. Tako Cat

Kalau di Papricana menyajikan taco dengan cara klasik seperti di Meksiko, Tako Cat menyajikannya dengan tajuk “Taco in a Bowl”. Layaknya ricebowl, taco disini menggunakan mangkok sebagai wadahnya. Selain itu bumbunya juga menggunakan bumbu khas Korea sehingga menghasilkan cita rasa unik perpaduan Meksiko dengan Korea.

10. Juice Clinique

Setelah capek berkeliling Pasar Santa, segelas jus segar bisa menjadi pilihan yang ampuh untuk melepas dahaga. Terlebih jika disajikan dingin, pasti lebih mantap. Sempatkan diri untuk mampir ke Juice Clinique dan temukan jus dengan berbagai campuran buah seperti “Cold Buster”, “Green Madness”, “Shrek” dan banyak kombinasi lainnya disini. Oh iya selain jus, ada juga 6 pilihan susu almond yang tak kalah segarnya.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon