Gelaran acara Konferensi Asia Afrika (KAA) sudah pasti menyedot perhatian dunia. Hingga Kamis (16/4), tercatat sebanyak 34 kepala negara dan pemerintahan dari 77 negara telah mengonfirmasi kedatangannya di event internasional itu.

Digelar di Bandung dan Jakarta 19 hingga 24 April 2015, KAA akan menampilkan sejumlah rangkaian acara. Pada hari pertama, 19 April, akan diadakan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting) di Jakarta Convention Center (JCC). Kemudian pada esok harinya, 20 April, dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri (Ministerial Meeting) di tempat yang sama.

Sementara pada tanggal 22-23 April, berlangsung pertemuan tingkat kepala negara (Leaders Meeting). Pada hari inilah, sejumlah kepala negara dan pemerintahan negara di Asia Afrika akan membahas sejumlah permasalahan dengan tema, “Penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia”.

Dalam pertemuan tersebut, cara dan solusi mengatasi tantangan global akan dibahas para kepala negara. Selain itu, para partisipan juga akan berbagi pengalaman untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di negara Asia dan Afrika.

Di samping tiga pertemuan tadi, terdapat pula event Asian-African Business Summit yang digelar 21-22 April di Jakarta sebagai acara pendamping. Event tersebut akan membahas kerjasama ekonomi dan bisnis di antara negara Asia dan Afrika.

Sementara di Kota Kembang, Bandung, event KAA yang ditawarkan pun tak kalah menarik. Salah satunya Asian African Carnival yang digelar 21-27 April 2015. Pada gelaran tersebut akan digelar Solidarity Day: Tribute to Soekarno & Mandela, Asian Agrican Meet & Greet, Bandung 1955 Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference, Asian African Parade, Angklung for the world 20.000 Angklung Performers, dan Festival of Nations: Asian and African Cultural Performances.

Khusus untuk acara Angklung for the World, acara itu merupakan konser angklung terbesar di dunia yang akan tercatat di Guiness Book of The Record. Digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 25 April, sekitar 20.000 orang akan memainkan angklung bersama-sama. Rekor main angklung tersebut akan melewati rekor yang dipegang New York dan Beijing.

Selain itu, bidang kemaritiman pun tak luput dari perhatian. Pada 21 April 2015, digelar Maritime Policies Experiences and Challenges in Implementing SDG di Merak Room, JCC, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, akan diadakan diskusi bidang kemaritiman dengan kementerian dan negara terkait, salah satunya Fiji dan Maldives.

Peringatan KAA ini sendiri bertujuan menyimpulkan tiga dokumen, yakni Bandung Message, dokumen tentang penghidupan kembali Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP), dan deklarasi dukungan negara Asia Afrika untuk Palestina.

Sejumlah media diperkirakan akan berlomba-lomba meliput KAA. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan lebih dari seribu media telah mendaftar untuk meliput peringatan KAA.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon