Berangkat dari keinginan untuk menyatukan beragam disiplin seni dalam sebuah gelaran, Jogja ArtWeeks 2015 bakal segera digelar.

Jogja ArtWeeks sendiri merupakan sebuah gerakan, inisiatif nirlaba yang bertujuan mengajak para seniman, dan masyarakat umum untuk ikut merayakan babak baru perhelatan kesenian di Yogyakarta.

Panitia Jogja ArtWeek, Yan Parhas menyatakan, inisiatif gelaran yang baru pertama kali akan diselenggerakan tersebut muncul berbarengan dengan sebuah event kesenian ArtJog ke-8.

“Jika ArtJog selama ini lebih memfasilitasi seni visual, maka dengan Jogja ArtWeek ini kami mencoba mengakomodir seluruh cabang seni yang ada,” ujar Yan Parhas di depan awak media, Selasa (31/3/2015).

Bebeda dengan art fair yang selama ini ada, calon peserta Jogja Art Week yang tidak harus seniman tersebut, tidak mengumpulkan sebuah karya yang telah jadi, tetapi mengumpulkan sebauh ide gagasan karya apapun yang sesuai dengan tema gelaran tersebut, yakni “Embarce! Past and Future at Present”.

Melalui tema tersebut, pihak penyelenggara tidak hanya ingin menampilkan sebuah karya seni, tetapi dengan melakukan diskusi bersama mengenai apa yang dipelajari dari masa lalu, dan apa yang dilakukan pada saat ini akan membawa pengaruh positif pada masa depan.

Bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam gelaran Jogja ArtWeeks, sudah bisa mendaftarakan ide karyanya mulai saat ini dengan terlebih dahulu melihat sebuah video di situs gelaran tersebut yang beralamat di http://beranda.jogart.net. Pengumpulan ide dan konsep karya berlangsung hingga 13 April 2015.

Setelah proses pengumpulan, bagi konsep dan idenya dinyatakan lolos kurasi akan menjalani tiga tahap workshop untuk menghasilkan sebuah karya seni yang nantinya akan dipamerkan di Pusat Kesenian Koesnadi Hardjasoemantri (PKHH) UGM pada tanggal 9 hingga 27 Juni bersamaan dengan penyelenggaraan Art Jog.

Dalam proses workshop dan kreatif, pihak penyelenggara akan memberikan fasilitasi dan membantu melakukan dokumentasi proses kreatif menjadi sebuah artwork process journal. Proses tersebut nanatinya akan menjadi cerita dibalik terciptanya sebuah karya yang bisa menciptakan interaksi dengan masyarakat sebagai penikmatnya,dab akan di ekspose.

“Gelaran ini bukanlah tandingan dari ArtJog, melainkan rangkaian dari ArtJog, agar di Yogyakarta ini memiliki sebuah perayaan akbar bagi dunia seni, layakanya hari besar seni,” ujar Yan Parhas.

Selain mengundang para seniman dan masyarakat luas untuk bergabung, Jogja ArtWeek juga membuka kesempatan bekerjasama dengan galeri seni dan para seniman untuk menyelenggarakan event seni yang bersamaan dengan ArJog dan JogjaArtWeek.

Nantinya Yann Parhas bersama rekan-rekan akan membuat sebua buku panduan tentang event seni yang berlangsung pada awal Juni hingga akhir Juni tersebut.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon