Pemikiran dan perjuangan Kartini semasa hidupnya pernah difilmkan oleh Sjumandjaja pada tahun 1983. Meski dari segi komersial tergolong kurang sukses, drama yang memasang nama Yenny Rachman sebagai pemeran utama itu berhasil menggondol tiga Piala Citra.

Kini setelah 32 tahun berlalu, Hanung Bramantyo kembali menghidupkan sosok kelahiran 21 April 1879 tersebut dalam film bertajuk KARTINI. Di bawah bendera Legacy Pictures, suami Zaskia Adya Mecca ini berniat meluruskan sejarah dengan mengungkap fakta-fakta yang dipaparkan secara kurang pas pada film sebelumnya.

“Kartini bukan sosok lemah lembut seperti yang diperankan Yenny Rachman. Dia lincah, cerewet,” ungkap Hanung Bramantyo saat menggelar media gathering di Djakarta Theatre XXI, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).

Tak hanya itu saja, menurut Hanung lagu Ibu Kita Kartini ciptaan WR Supratman juga dirasa salah. “Kartini belum jadi ibu. Dia meninggal setelah melahirkan anak pertamanya, jadi belum bisa disebut ibu. Makanya lirik lagi Ibu kita Kartini itu keliru. Wong dia belum jadi ibu,” terangnya.

Niat Hanung rupanya mendapat persetujuan dari pihak keluarga Kartini. Bahkan mereka berharap sutradara yang film-filmnya sering menuai kontroversi itu bisa menempatkan karakter Kartini pada tempat yang pas.

“Kami keluarga mendukung Mas Hanung untuk menempatkan Kartini pada posisi yang benar. Kartini bukan hanya milik keluarga, tapi juga masyarakat agar bisa menjadi media pembelajaran untuk bangsanya. Itu harapan keluarga,” pungkas Hadi selaku perwakilan keluarga.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon