Di tengah keseruan dialog tawar menawar di perayaan Record Store Day (RSD) 2015 yang bertempat di Bara Futsal, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4), terdengar seruan usil dari beberapa penjual yang terlihat sudah kegerahan karena padatnya pengunjung.

“Yak, rojali.. rojali.. rojali,” teriak mereka sambil menahan tawa. Sebagian pengunjung yang mendengar lalu tertawa-tawa geli mendengar seruan tersebut.

Rojali yang dimaksud bukan Goyang Bang Jali yang dipopulerkan oleh Denny ‘Cagur’. ‘Rojali’ yang dimaksud adalah rombongan jarang beli.

Selain penampilan dari band Marsh Kids, Mondo Gascaro, Bangkutaman, dan Rumah Sakit, RSD 2015 memang ‘dimeriahkan’ oleh para pengunjung yang sebagian besar anak muda berusia 19-26 tahun.

Tampilan mereka pun tidak kalah meriah dibanding suasana RSD. Rata-rata memakai kaus band, seakan ingin menunjukkan jati diri mereka.

Tercatat, sudah lima orang yang terlihat ‘kembaran’ memakai kaus band Joy Division, The Velvet Underground, dan tentu saja Rolling Stones.

Gaya sudah pasti, belanja belum tentu.

Oni, pemuda pekerja lepas mengaku hanya ingin menikmati penampilan band di RSD hari pertama ini.

Sebenarnya ia mengoleksi piringan hitam (vinil), tetapi ia mengaku lebih suka membelinya dari teman ke teman.

“Kalau sama teman biasanya lebih murah, soalnya pasti dia lagi BU (butuh uang) haha…” kata Oni disertai tertawa.

Pengalaman Oni membeli vinil murah ketika itu saat ia membeli vinil band The Orchid keluarah perusahaan rekaman Sarah Records seharga Rp 150.000.

“Saat ini vinilnya sudah laku terjual Rp 350.000. Lumayan kan,” ujar Oni.

Selain Oni, ‘rojali’ lainnya adalah Vicky. Pemuda plontos ini mengaku tidak berbelanja karena kecewa dengan harganya yang cukup keterlaluan.

“Masa kaus band harganya Rp 400 ribu. Dulu beli kaus yang sama harganya masih Rp 150 ribu,” kata Vicky sambil menggerutu.

Apapun alasan mereka, yang pasti RSD 2015 tetap berlangsung seru.

Beberapa pengunjung banyak yang keluar ruangan dengan senyum lebar.

“Senang banget bisa dapet CD The Upstairs yang Antah Berantah ini! Cuma Rp 50 ribu. Gila udah lama nungguinnya!” kata Dina seraya menunjukkan belanjaannya.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon