ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival bakal dihelat lagi oleh Forum Lenteng untuk ketiga kalinya pada 19-29 Agustus 2015 di Jakarta. Kali ini, ARKIPEL mengangkat tema Grand Illusion yang berangkat dari judul film produksi tahun 1937 karya sineas legendaris dunia, Jean Renoir. Ide film ini sendiri berasal dari buku The Great Illusion, A Study of the Relation of Military Power to National Advantage karya Norman Angell tahun 1910 yang memuat kritik kemanusiaan masa Perang Dunia I.

Sesi-sesi pemutaran dalam ARKIPEL tahun ini, antara lain Kompetisi Internasional, Pemutaran Khusus, Program Kuratorial, dan yang terbaru adalah hasil seleksi Kurator Muda Asia. Pembukaan pendaftaran film dari sesi Kompetisi Internasional dibuka sejak 9 Februari sampai 8 Mei 2015. Kurang lebih 1.150 judul film telah didaftarkan dari 80 negara di dunia.

Unsur menarik pada ARKIPEL tahun juga terdapat dalam Program Kuratorial yang mengundang partner-partner festival film dan kurator-kurator untuk mempresentasikan programnya selama ARKIPEL berlangsung. Antara lain, program-program dari Bangkok Experimental Film Festival (Thailand), EXiS (Korea Selatan), Images Festival (Kanada), Experimenta (India), Image Forum (Jepang), dan lainnya.

Grand Illusion sendiri menjadi tema yang relevan dan penting untuk dihadirkan pada ARKIPEL tahun ini. Pada satu sisi, perubahan demokrasi Indonesia mulai menuju arah perbaikan dalam situasi politik internasional yang begitu dinamis. Namun, di sisi lain, persoalan kemanusiaan masih menghantui bangsa ini dan bangsa lain sekaligus menjadi luka yang perlu disembuhkan. Sejarah kemanusiaan pun masih gelap, karena dikaburkan untuk melanggengkan atau melindungi kelompok tertentu.

Ilusi masalah sosial-politik ini lalu diproduksi oleh peran sinema. Sejak kelahirannya, ilusi memang kata kunci dalam film. Rekaman seluloid telah memesona peradaban manusia dan memberi pengalaman visual gambar bergerak yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ilusi dari sinema ini kemudian berkembang bukan hanya di wilayah ‘form’ (estetika), tapi juga telah memproduksi ilusi-ilusi tentang persoalan-persoalan sosial-politik dan kebudayaan, tak terkecuali di Indonesia.

Inilah yang akan dibaca pada ARKIPEL tahun ini. Ditambah lagi, Indonesia adalah salah satu bangsa dengan sejarah sosial-politiknya yang penuh ilusi, yaitu ilusi-ilusi yang diproduksi oleh negara. Tema Grand Illusion menjadi strategi bagi ARKIPEL untuk membaca bagaimana ilusi-ilusi itu diproduksi, didistribusikan, dan direproduksi, hingga berdampak bagi perjalanan sebuah bangsa di belahan dunia yang lain.

Semua pemutaran film di ARKIPEL nanti gratis untuk umum atas nama pendidikan sinema kepada masyarakat. ARKIPEL diadakan oleh Forum Lenteng, organisasi nirlaba berbasis komunitas di Jakarta yang fokus pada pendidikan alternatif berbasis media. Info lebih lengkap cek www.arkipel.org.

Homeshake Akan Menyambangi Jakarta Pada Januari 2018!

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon