Berani ke Bandung berarti berani menerima tantangan untuk makan setidaknya setiap dua jam serta siap dititipi berbagai penganan oleh sanak maupun kerabat. Tak bosan-bosannya dikunjungi, kota yang penuh tempat jajanan dan nongkrong dengan suasana unik ini adalah opsi berakhir pekan favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Tak pernah berhenti mencetak seniman Indonesia dan terdapatnya sekolah seni ternama di sini, di seantero kotanya pun berdiri berbagai galeri serta karya-karya seni. Pemandangan pegunungan yang berpadu dengan sisa-sisa bangunan jaman kolonial, Bandung sedang bersolek sebagai kota kreatif yang akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengembangkan pariwisata

* MENJELAJAH HUTAN

Penat dengan kemacetan kota, ajaklah keluarga untuk menyepi sejenak di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura). Letaknya di Jl. Bukit Pakar Barat di wilayah Dago Pakar atau lima kilometer dari Gedung Sate dan enam kilometer Ciumbuleuit Punclut, Tahura dipenuhi pohon-pohon besar dan rindang menjulang sehingga menyejukkan. Daerah ini merupakan kawasan konservasi yang memiliki banyak jenis tumbuhan dan sarana hiburan lain seperti flying fox, panggung terbuka, air terjun (Curug Dago dan Curug Omas), serta Goa Jepang maupun Belanda. Semasa perang kemerdekaan perbukitan di Dago Pakar ini memang tempat yang strategis untuk markas militer karena lokasinya yang terlindung namun dekat dengan pusat kota.

* SELFIE SAMBIL UJI NYALI

Masih di sekitar Tahura dengan meneruskan perjalanan ke atas bukit, akan membawa Anda ke sebuah tempat bernama Tebing Keraton. Untuk mencapainya, sebaiknya jangan menggunakan mobil jenis sedan karena kondisi jalan yang berlubang, berliku dan menanjak curam. Dengan harga tiket Rp 10.000 untuk mobil, Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 12.000 per orang, Tebing Keraton yang berada di Desa Ciburial ini cukup mudah disambangi. Kawasan ini merupakan tebing tinggi yang berada persis di sisi Tahura. Di ujung tebing, Anda akan melihat pemandangan hutan dan bukit yang menakjubkan. Hal yang wajib dilakukan di sini adalah melakukan selfie dengan latar bukit dan hutan. Untuk pemandangan terbaik, datanglah sebelum 07:00 WIB untuk melihat kabut lembah yang mistis menyusup di sela-sela pepohonan yang ketika matahari makin tinggi, sinarnya akan menembus kabut dengan dramatis. Hanya saja karena kondisi tanahnya berpasir dan agak licin bila dipijak, berhati-hatilah jika ingin berfoto di batu-batu yang berada di ujung tebing.

* MENGAGUMI ANGKLUNG

Jauh sebelum UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya dunia di tahun 2010, Saung Angklung Udjo (SAU) yang berlokasi di Jl. Padasuka, Bandung Timur ini telah lebih dulu menyebarkan keindahan musik angklung. Berdiri tahun 1966 dengan niat mulia untuk melestarikan kesenian Sunda, di sini juga dapat disaksikan konser angklung yang interaktif dengan penonton setiap hari pukul 15:30 – 17:00 WIB di Bale Karesemen yang berbentuk amfiteater dengan struktur atap Sunda dan berkapasitas hingga 400 orang. Karena merupakan konser interaktif, sebelum mulai pengunjung akan diajari cara memainkan angklung. Setelah mencicipi bermain angklung dan mengagumi keindahan suaranya, di sini juga tersedia toko suvenir untuk membeli angklung maupun kerajinan lain khas Sunda yang terbuat bambu. Dan tentu saja, pengunjung juga bisa menyaksikan cara pembuatan angklung. (www.angklung-udjo.co.id)

* MAKAN SAMBIL NOSTALGIA

Braga Culinary Night rutin digelar setiap dua minggu sekali pada hari Sabtu sejak Januari 2014 di Jalan Braga yang dipenuhi bangunan klasik. Jalan bersejarah sepanjang 500 meter ini ditutup mulai pukul 17.00 hingga 01.00 WIB agar turis dapat berbaur dengan warga setempat untuk menikmati berbagai makanan khas Bandung, seperti surabi, bakso tahu, sosis bakar, nasi goreng, dan aneka kue tradisional yang dijual di pasar malam dengan latar gedung-gedung tua yang eksotis. Pertunjukan musik hidup pun juga digelar untuk semakin memeriahkan suasana dan agar para pengunjung betah berlama-lama di Braga. Karena jalanan ditutup, lalu lintas di sekitarnya harus diarahkan sehingga pengguna jalan disarankan untuk melewati jalur alternatif, selain bila membawa kendaraan pribadi juga harus mengetahui titik-titik yang diperbolehkan untuk memarkir kendaraan.
* BERTUALANG DALAM DUNIA IMAJINASI

Wahana hiburan keluarga yang terintegrasi dengan Trans Studio Mall ini merupakan theme park indoor terbesar di Asia. Terdiri dari dua lantai dengan 20 permainan seru yang terbagi dalam tiga zona, pastikan anak-anak telah mencapai tinggi lebih dari satu meter agar dapat optimal menikmati semua permainan yang ada, berhubung hampir setiap wahana memberlakukan tinggi badan minimal. Pengunjung yang telah ke sini banyak yang menobatkan Yamaha Racing Coaster alias roller coaster tercepat di dunia yang bergerak mundur dengan kecepatan 120 kilometer per jam selama 3,5 detik sebagai wahana favorit. Kelebihan dari tempat ini dibandingkan theme park serupa adalah pertunjukan rutin sekelas Broadway di sebuah gedung pertunjukan berstandar internasional, seperti Kabayan Goes to Hollywood, Legenda Putra Mahkota, Petualangan Si Bolang & Zoo Crew, selain Arilia The Mermaid, pertunjukan fantasi tentang kehidupan di bawah laut dengan efek Napalm Multi Shine pertama di Indonesia. Berada di Jl. Gatot Subroto 289, lokasinya yang strategis di tengah kota memudahkan akses.

* JALAN PAGI DI GEDUNG SATE

Setiap Minggu pagi, biasanya sekitar pukul 06:00 WIB, area di landmark kota yang dibangun pada 1920 ini ramai dipenuhi oleh masyarakat yang berolahraga dan pedagang segala macam barang, mulai dari pakaian, sepatu, mainan anak-anak, pecah-belah, binatang peliharaan, meubel, tanaman, tentu saja, makanan, di Lapangan Gasibu yang berada di seberang Gedung Sate. Lain kali ke Bandung, bangun pagi, kenakan sepatu olahraga, dan bawalah perut kosong ke sini, maka dalam beberapa jam Anda akan pulang dengan membawa kantung penuh jajanan dan pernak-pernik. Bila tak ingin membeli apa-apa pun, tempat ini tetap menyenangkan untuk duduk-duduk melewatkan pagi atau hunting foto Human Interest. Bentuk besi yang mirip tusuk sate dengan enam buah bola di atapnya inilah yang membuat gedung ini kemudian dinamakan Gedung Sate. Enam potong “sate” yang tertusuk di atapnya itu konon melambangkan enam juta gulden, biaya yang dibutuhkan untuk membuat gedung yang sekarang digunakan sebagai kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat ini.

* MENIKMATI TAMAN KOTA

Alternatif lain untuk menikmati Minggu pagi adalah di Taman Lansia yang berlokasi di Jl. Cimanuk atau di belakang Gedung. Tinggal di negara berkembang, dapat menikmati taman publik untuk bersantai adalah hal yang langka. Di sini anak-anak dapat berkeliling taman yang rindang dengan naik kuda karena di sini memang banyak yang menjajakan jasa ini hingga tengah hari setiap Minggu. Setelah puas menikmati taman yang asri – tak perlu membawa keranjang piknik karena dapat tinggal mampir kedai Yoghurt Cisangkuy (Jl. Cisangkuy No. 85) yang letaknya persis di sebelah Taman Lansia. Beroperasi sejak 1976, kedai yang tadinya hanya menjajakan beragam rasa yoghurt ini kemudian juga menyajikan berbagai kudapan, seperti aneka kue basah (banana cake, rum ball), kue kering (cheese balls), keripik, serta kentang dan sosis goreng agar pengunjung betah. Bertempat di bangunan rumah bergaya Belanda dengan halaman yang luas, menikmati yoghurt aneka rasa buah di sini adalah pelipur di hari yang terik.

* SANTAP MALAM ROMANTIS

Karena sejuk dan dikelilingi pegunungan, Bandung menyediakan banyak tempat bagi pasangan yang ingin menikmati waktu berkualitas yang bersuasana romantis. Berikut rekomendasi tempat makan – kebanyakan berada di Bukit Dago Pakar – yang menawarkan suasana untuk merayakan saat-saat istimewa dengan orang terkasih:

Saka Bistro & Bar
Jl Karang Sari No. 2, Setiabudhi

Menawarkan menu internasional maupun Indonesia, keistimewaan restoran ini terletak pada penggunaan bahan-bahan organik yang diambil langsung dari petani. Ditambah servis yang atentif, interior nyaman, dan musik yang pas, tak heran bila tempat ini mendapatkan review yang bagus. (www.sakabistro.com)

Verde Restaurant & Lounge
Jl. H. Djuanda (Dago) No. 177

Dengan interior yang didominasi kayu dan besi, focal point dari ruangannya adalah sebuah bar. Menyediakan menu Indonesia maupun Italia, rekomendasi yang harus dicoba adalah Volcano Pizza yang merupakan adaptasi dari calzone berisi nanas, irisan daging asap, irisan paprika, bawang bombay, sosis, dan saus berbahan tomat.

The Hartwood Gourmet & Grind
Jl. Cimanuk no. 12, dekat Jl. Progo

Menyajikan masakan Western, restoran bergaya country ini ditata sedemikian rupa dengan elemen kayu sehingga pengunjung betah berlama-lama. Menu andalannya antara lain Grilled Chicken Penne Alfredo.

Bellevue 24 Hours French & Italian Bistro
GH Universal Hotel Bandung, Jl. Setiabudi No. 376

Buka 24 jam dan menawarkan pemandangan 360 derajat kawasan Lembang dari ketinggian, restoran cantik ini menyajikan berbagai menu Italia dan Perancis yang siap memberikan pengalaman bersantap yang indah. (www.ghuniversal.com)

* BELAJAR MEMBUAT KERAMIK

Jika biasanya para pedagang keramik hanya memajang produk dagangannya saja, maka di Studio 181 yang berlokasi di Jl. Taman Pramuka ini selain bisa belanja berbagai pernak-pernik dekorasi dari keramik, pengunjung juga bisa sekaligus membuatnya sendiri. Didampingi para instruktur yang berpengalaman, pengunjung bebas merancang jenis hiasan yang diinginkan. Bahan-bahan yang digunakan di sini juga berasal dari tanah liat yang berkualitas tinggi.

* MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA

Disebut-sebut sebagai salah satu museum terbaik di Bandung, Gedung Merdeka yang bergaya art deco dan berlokasi di Jalan Asia Afrika No. 65 ini adalah tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada 1955. Museum yang dibuka gratis untuk umum ini juga dilengkapi dengan fasilitas audio visual yang memberikan gambaran akan peristiwa penting sejarah dunia yang terjadi di Bandung itu. Konferensi Asia Afrika adalah pertemuan 29 negara dari Asia dan Afrika yang diketuai Presiden Soekarno dan menjadi cikal-bakal Gerakan Non Blok. Banyak pengunjung yang mengaku bergetar ketika berada di ruang konferensi penting itu, selain ketika melihat pameran khusus tentang Nelson Mandela, di mana rezim Apartheid berakhir karena semangat menjadi negara dan bangsa yang merdeka yang dikobarkan di Konferensi Asia Afrika.

Museum ini buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional, Selasa – Kamis 08:00 – 16:00, Jumat 14:00 – 16:00, Sabtu – Minggu 09:00 – 16:00 dengan istirahat pukul 12:00 – 13:00.

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut