konser Glenn Fredly bertajuk Menanti Arah di Grand Ballroom The Sunan Hotel, Sabtu (26/9/2015) malam. Bergaya kasual serba hitam, penyanyi asal Ambon tersebut membius penonton yang rata-rata perempuan di lagu pertama.

Take me to your place
Where our hearts belong together
I will follow you
You’re the reason that I breathe…

Lirik romantis ini membuka konser tersebut diiringi teriakan histeris dan tepuk tangan penuh antusias langsung menggema di Grand Ballroom saat Glenn Fredly sesekali menyapa fansnya. “Apa kabar Solo? Malam ini saya merayakan 20 tahun berkarya saya di Solo,” ceritanya.

Setelah You Are My Everything sebagai salam pembuka, Glenn Fredly membawakan lagu dramatis Luka dan Cinta dengan penuh penghayatan. Tensi penonton yang rata-rata perempuan ini kembali meninggi saat Glenn menyanyikan lagu keempat yang sengaja ditujukan kepada kaum Hawa, Perempuanku.

Setelah hampir setengah jam mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu lamanya, Glenn, terus membuai penonton. Serangkaian konser Menanti Arah yang akan berujung di Jakarta pertengahan Oktober ini semakin malam semakin memanas. Lagu-lagu romantis seperti Malaikat Juga Tahu, Terserah dan Sekali Ini Saja seolah menjadi magnet yang membuat para penonton otomatis berkoor bersama.

Malam itu, Glenn, tak hanya mengisi malam minggu dengan nada-nada cinta, Ia berulangkali mengungkap pujiannya pada Kota Bengawan. Solo merupakan kota kesembilan yang ia kunjungi sebelum akhirnya menggelar konser tunggal 20th Anniversary bertajuk Menanti Arah di Jakarta Oktober mendatang.

“Solo jadi rebooster bagi saya. Kota ini menjadi titik penting dalam karir musik saya di industri musik Indonesia,” katanya saat jumpa pers.

Fans Glenn asal Semarang yang duduk di bangku VIP, Nia, mengaku puas dengan penampilan idolanya malam itu. Berulangkali ia senyum kegirangan untuk mengungkapkan ekspresi kegembiraannya. “Aku suka banget dengan Glenn. Paling suka dengan lagu Sedih tak Berujung,” kata.

Ini bukan kali pertama Glenn menghibur masyarakat Solo di The Sunan Hotel. Kendati demikian, antusiasme penonton tak terbendung. Glen menuntaskan malam itu dengan lagu-lagu penuh semangat seperti Happy Sunday dan Hikayat Cinta. Gaya atraktifnya mengundang penonton yang memenuhi Grand Ballroom malam itu spontan berdiri dan berjoget bersama mengikuti irama.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon