Are you an online buyer? If your answer is yes, kamu pasti pernah berbelanja di Zalora dan Lazada, maupun di lapak-lapak online yang bertebaran di Kaskus, Facebook, bahkan Instagram.

Meskipun sama-sama toko online, ternyata satu sama lain nggak sama bentuknya. Dan, masing-masing bentuk punya resiko yang berbeda.

Ada baiknya, kita berkenalan dulu dengan bentuk-bentuk toko online. Agar, kita tahu apa resikonya saat berbelanja. Apa yang harus dilakukan saat kiriman barang tidak sesuai dengan pesanan, seperti kasus Iphone 6 yang tertukar dengan sabun mandi. Atau saat barang yang kita pesan tak kunjung datang.

Sampai saat ini, jenis toko online yang beroperasi di Indonesia ada beberapa jenis. Apa saja?

 

Iklan Baris/Classified

Pernah buka atau dengar yang namanya olx.co.id? Yup, dulunya bernama Toko Bagus, commerce ini adalah contoh commerce jenis classified. Selain itu, ada juga Berniaga.com, dan FJB Kaskus yang cukup dikenal di kalangan penggiat online.

Bentuk bisnis ini merupakan bentuk yang paling sederhana dari usaha e-commerce yang ada. Itu karena bentuk bisnis ini mempunyai ciri khas dimana penyedia jasa e-commerce tidak terlibat secara langsung dalam proses jual beli yang terjadi. Dalam bentuk bisnis ini, pihak perusahaan e-commerce hanya menjadi media yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dalam satu tempat.

Ciri-ciri dari bentuk bisnis classifieds atau daftar iklan baris adalah web penyedia layanan e-commerce tersebut sama sekali tidak terlibat atau memfasilitasi secara langsung transaksi jual beli online yang berlangsung. Ciri yang kedua adalah dalam memanfaatkan layanan e-commerce tersebut, siapa saja yang ingin menjual barang yang dimilikinya bebas melakukan hal tersebut kapan dan dimana saja secara online. Ciri lain dari bentuk ini adalah pihak e-commerce mendapatkan keuntungan dari iklan premium yang terpasang pada website tersebut.

Secara umum tipe e-commerce ini lebih cenderung digunakan oleh para penjual yang hendak menjual barang bekas atau yang jumlahnya terbatas. Meski banyak juga yang menjual barang baru di dalamnya.

Karena pembayarannya langsung ke penjual, kita harus sangat hati-hati saat bertransaksi dengan vendor di commerce ini. Karena, tidak ada proteksi dari penyelenggara commerce kepada pembelinya. So, kita yang harus benar-benar meneliti, dengan siapa kita bertransaksi.

Cara pembayaran COD alias Cash on Delivery sangat disarankan. Maksudnya, pembayaran dilakukan saat barang dikirim. Yang memungkinkan kedua pihak bertemu untuk bertransaksi.

Jika memang harus transfer, selidiki dulu reputasi penjual. Jangan silau dengan harga murah yang ditawarkan, karena commerce jenis ini rawan penipuan.

 

Sosial Media Shop

Jenis commerce ini yang paling banyak kita temui. Sebenarnya, commerce jenis ini muncul seiring perkembangan sosial media yang makin menanjak. Potensi ini diambil oleh penggunanya untuk membangun bisnis yang berbasis pada sosial media.

Saat ini sosial media yang menjadi lahan utama perkembangan bentuk bisnis ini masih didominasi oleh Facebook, namun dengan pergesaran tren sosial media yang terjadi akhir-akhir ini juga telah membuka pesaing baru seperti Instagram dan juga Twitter.

Persis seperti classified, transaksi di commerce jenis ini langsung ke penjual. Jadi jaminan keamanannya amat tipis, karena penjual bisa saja penjual perorangan yang tidak berbadan hukum.

So, kita musti pintar-pintar memilih tempat belanja. Jangan sampai tertipu di belakang. Makanya, perhatikan reputasi penjual, dan kalau bisa, gunakan mode pembayaran COD.

 

Marketplace C2C (Customer to Customer)

Sepintas, bentuknya nggak berbeda dengan commerce berbentuk classified. Namun, di commerce jenis ini, pengelola juga memberikan layanan metode pembayaran dari transaksi online yang dilakukan. Ini yang menjadi ciri utama dari bentuk bisnis e-commerce Marketplace C2C. Pada umumnya pihak e-commerce akan memberikan layanan Escrow atau rekening pihak ketiga.

Fungsi Escrow menjadi jembatan antara penjual, pembeli dan pihak e-commerce. Jika sudah terjadi kesepakatan pembelian, pembeli harus mentransfer dana kepada pihak escrow. Baru setelah dana dikonfirmasi masuk ke escrow, penjual bisa mengirimkan barangnya para pembeli. Dan setelah pembeli mengkonfirmasi kedatangan barang, maka pihak escrow akan memberikan uang nya ke penjual.

Commerce jenis ini jauh lebih aman. Dengan menggunakan jasa escrow jika tiba-tiba terjadi masalah dengan barang, dana akan bisa segera dikembalikan pada pembeli.

Pada situs Kaskus FJB (forum jual beli), ada jasa escrow yang lebih dikenal dengan nama Rekber atau rekening bersama. Namun sifatnya opsional, tidak diwajibkan. Ini juga yang membuat kaskus tidak masuk dalam commerce kategori ini.

Lantas, perusahaan commerce apa saja sih yang masuk kategori ini? Ada Tokopedia dan Lamido! Keduanya mendapatkan keuntungan dari sistem iklan premium dan juga adanya komisi dari jasa escrow. Kalau Anda penjual yang memiliki barang dengan jumlah yang cukup banyak, bisa mencoba menjadi penjual para bentuk bisnis e-commerce yang satu ini.

 

Toko online B2C

Pada dasarnya bentuk bisnis ini lebih fokus pada penjualan barang atau produk milik perusahaan e-commerce itu sendiri. Sehingga semua keuntungan dari penjualan produk murni dimiliki oleh perusahaan e-commerce dan tidak dibagi dengan pihak lain.

Jenis bisnis ini merupakan salah satu bentuk yang paling berkembang di Indonesia, namun dalam pengembangan bentuk bisnis ini tentunya juga tidak mudah. Selain diperlukan modal yang sangat besar, ketersediaan pasokan barang serta sistem penjualan semuanya harus dihandle sendiri oleh penyelenggara commerce.

Perusahaan e-commerce yang menerapkan bentuk bisnis ini antara lain Lazada, Bhineka, dan Berry Benka. Kadang, jenis commerce ini juga punya sistem seperti shopping mall yang menerima penjual mandiri. Dengan catatan, sang penjual memiliki barang yang cukup banyak dan terjamin ketersediannya.

Biasanya, persaingan di bisnis jenis ini terjadi di beberapa poin. Mulai dari diskon, moda pembayaran, eksklusivitas penjualan, sampai delivery.

Untuk kelas dunia, bahkan ada commerce yang mampu memberikan layanan supercepat di urusan delivery. JD.com asal Cina, bisa mengirimkan barang ke konsumen dalam waktu satu hari sampai hanya 3 jam. Hmmm, jadi penasaran, kapan ya commerce di Indonesia bisa begini?

Semua Yang Perlu Diketahui Tentang Djakarta Warehouse Project 2017

Homeshake Akan Menyambangi Jakarta Pada Januari 2018!

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon