Magnum es krim premium produksi PT Unilever Indonesia Tbk. meluncurkan kampanyenya yang bertajuk “Taste The Classic” untuk merayakan kesempurnaan momen kenikmatan klasik bersama Magnum. Melalui berbagai aktivitas yang mengangkat trend klasik, kampanye ini menjadi bentuk perayaan kenikmatan dan kesuksesan tiga varian klasik magnum yang hingga kini senantiasa menjadi varian terfavorit para pleasure seekers di Indonesia.

Atiek Fatimah selaku senior brand manager Magnum menjelaskan, “Setiap hari, kita seringkali mendengar istilah klasik di sekitar kita. Istilah ini mengacu pada sebuah kualitas yang diakui sebagai tolok ukur kesempurnaan dan kenikmatan yang timeless, maka tak heran kecintaan kita terhadap hal-hal yang klasik menjadi begitu kuat dan tak lekang akan waktu. Kualitas ini tercermin pada tiga varian klasik dari Magnum, yang sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini begitu dicintai pleasure seekers sebagai bentuk pleasure yang begitu timeless dan memanjakan.”

Di tengah begitu banyak inovasi produk yang dipersembahkan Magnum, terdapat tiga produk yang klasik yang telah memiliki tempat tersendiri di hati para pleasure seekers, terutama mereka yang mengingikan sebuah timeless pleasure nan klasik dari kelezatan es krim berlapiskan coklat beligia. Tiga verian tersebut adalah Magnum Classic, es krim vanilla premium berlapiskan coklat belgia yang begitu renyah dan tebal, Magnum Almond, es krim vanilla premium berlapiskan tebalnya coklat belgia bertabur kacang almond yang renyah dan Magnum White Almond, es krim vanilla premium berlapiskan cokelat belgia putih yang tebal disertai taburan kacang almond yang reyah.

Oleh karena itu, tahun ini Magnum memberikan sebuah tribute teristimewa untuk ketiga varian klasik Magnum ini memulai kampanye “Taste the Classic” yang mengangkat tren ‘classic’ ke dalam berbagai bentuk indulgence yang begitu dekat dengan lifestyle para pleasure seekers di Indonesia, yaitu musik, film dan fashion.

Marcell Siahaan, seorang penyayi yang kerap membawakan lagu-lagu klasik membenarkan bahwa tren klasik dapat dinikmati melalui berbagai cara, termasuk dalam musik. “Bagi saya, karya musik yang klasik adalah lagu yang dapat terus dinikmati dan diapresiasi sepanjang zaman. Umumnya musik yang dianggap klasik adalah karya yang terus dikmati oleh penggemar lintas generasi dan bahkan lintas genre. Classic is truly everlasting!”.

Untuk merayakan momen klasik di ranah film, Magnum turut mendukung kehadiran film klasik ‘ Ada apa Dengan Cinta 2’ (AADC) yang begitu dicintai dan dinantikan jutaan pleasure seekers di seluruh Indonesia.

Mira Lesmana dan Riri Riza dari Miles Films selaku produser dan sutradara film AADC 2 mengungkapkan apresiasi mereka atas keterlibatan Magnum yang secara perdana mendukung industri film nasional melalui film AADC 2. Mereka menyamapaikan bahwa dalam film ini, para pleasure seekers tidak hanya dapat mengingat kembali kisah tentang Cinta dan Rangga yang klasik dan fenomenal, namun di sepanjang film pleasure seekers dapat dinikmati berbagai unsur pleasure yang bersifat timeless, seperti indahnya kisah cinta dan persahabatan, lokasi syuting yang indah dan ikonik dan lain sebagainya.

“Kami ingin merayakan berbagai kenikmatan momen klasik yang begitu memanjakan ini bersama seluruh pleasure seekers. Diharapkan dengan berbagai kejuatan yang kami persembahkan melalui kampanye ini, para pleasure seekers dapat semakin mencintai ketiga varian klasik Magnum”.tutup Atiek.

 

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon