The 1975 really cool in pink (Foto oleh Satria Perdana)
The 1975 really cool in pink (Foto oleh Satria Perdana)

We The Fest 2016 finally over yesterday. Kemeriahan, keseruan berbagai aktivitasnya, dan tentu saja para artisnya di setiap panggungnya, membuat para pengunjung benar-benar menikmati gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh Ismaya Live ini. Meskipun hujan menghampiri selama dua hari, dari sore sampai malam, serta menghasilkan lumpur di mana-mana.

It’s mud party by the way, karena hujan yang turun sempat deras selama dua hari di waktu yang sama, yaitu dari sore sampai malam hari. Kalau Anda datang dan wira-wiri di area panggung utama We The Fest, tentu akan merasakan lengketnya tanah basah alias lumpur menempel di sepatu atau kaki Anda, kalau Anda mengenakan sandal.

Kehebohan dan keseruan We The Fest tidak menyurutkan semangat dan mood para pengunjung, karena membuat mereka lebih menikmati alunan musik dan juga berbagai hiburan yang ada di venue yang tentu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Beragam aktivitas di sejumlah booth dan juga adanya fashion show dari Generation G x Danjyo Hiyoji pada hari kedua, membuat para pengunjung yang ingin menuju area panggung utama tertarik perhatiannya.

Panggung B.A.N.A.N.A. tidak kalah ramai dari panggung utama, apalagi di hari pertama ada Brian Imanuel alias Rich Chigga yang tampil di sore hari menjelang maghrib, sukses menyedot para pengunjung yang baru masuk dan dari arah panggung utama untuk melihatnya. The next big thing from Indonesia’s hip hop ini sukses menghibur dan menunjukkan siapa dirinya seorang Rich Chigga yang sebelumnya besar di Youtube. His performance’s good meskipun beberapa kali ia sempat sedikit terlihat lelah. Namun para penonton yang menontonnya sampai ke area lalu lintas jalan utama WTF 2016 terus membuatnya semangat untuk bernyanyi.

“Dia tadi sih keliatannya capek ya. Menurut gue sih Rich Chigga menghibur, entertaining banget lah. Gue salut di usianya yang baru 16-17 tahun ini nggak ada malunya buat tampil di hadapan begitu banyak orang kayak di We The Fest ini,” ujar Rian, salah satu pengunjung yang menonton pelantun Dat Stick ini di hari pertama.

A funny visual background from Rich Chigga (Foto oleh Satria Perdana)
A funny visual background from Rich Chigga (Foto oleh Satria Perdana)

Hujan tiada henti di hari kedua

Hari pertama hujan turun masih sedikit dapat “dimaafkan” karena sekali hujan, tak lama kemudian langsung berhenti. Sayangnya di hari kedua, hujan turun dan berhenti tidak menentu. Sedikit membuat para pengunjung mengalami naik turun mood. Namun, semua dapat terbayarkan dengan penampilan para band dan artis idola yang tampil dengan maksimal dan sangat menghibur.

Salah satu band yang sempat berbincang dengan HangOut, The Temper Trap mengatakan hujan deras di hari kedua tentu sangat mengganggu. Namun, menurut mereka para pengunjung yang menunggu mereka tentu tetap setia dan enjoy dengan jalannya acara ini.

Yeah, the rain’s so bad. The weather’s not good but the show must go on…” ujar Dougy Mandagi saat diajak berbincang-bincang di artist room.

Pendapat serupa diutarakan juga oleh Sam Feldt dan juga CL yang tampil di hari pertama.

I know the rain’s bad right!? But I’m sure you enjoy the show,” ujar pemilik nama asli Chaelin Lee ini di atas panggung.

Really really bad. Yeah, you know the weather’s bad, but the crowd’s crazy. I love them, I love Indonesia’s people! Because they can’t stop enjoy my songs and they still dancing even it’s raining there,” beber Sam Feldt di media lounge kepada HangOut dalam sesi wawancara.

Hari kedua memang luar biasa. Penonton dan para artisnya tidak ada henti-hentinya terus bergoyang dan menghibur. Salah satu highlight di hari kedua dan tentu saja di We The Fest 2016 secara keseluruhan adalah The 1975. Karena band yang kini tengah berada di masa keemasannya memang paling ditunggu-tunggu oleh para pengunjung WTF dan tentu saja penampilannya sangat-sangat menghibur.

Set panggung dan lighting-nya benar-benar detail dan tentu membuat para penontonnya meloncat-loncat dan bergoyang ke sana ke mari sambil menyanyikan setiap lagunya, terlebih yang paling keras adalah Sex, yang menjadi penutup.

“Gila sih, ini The 1975 emang keren banget live-nya dan gue puas nontonnya. Kirain biasa aja, ternyata sampai set panggungnya pun bagus,” ujar Alvin, salah satu penonton The 1975.

It’s really awesome, even there’s mud everywhere. Tidak peduli hujan dan lumpur, para pengunjung We The Fest 2016 selama dua hari tetap menikmati acara. Are you there yesterday? No? Sebaiknya Anda tunggu #WTF17 tahun depan, yang akan lebih seru dan menarik tentunya. See you next year!

LIHAT JUGA:

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon