Dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair, Adele mengatakan tidak keberatan bila tidak lagi mendengarkan sorak sorai penonton konsernya
Dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair, Adele mengatakan tidak keberatan bila tidak lagi mendengarkan sorak sorai penonton konsernya.

Ada cerita menarik dari peraih 10 Grammy Awards asal Inggris, Adele Laurie Blue Adkins atau Adele. Dalam sebuah wawancara cover story majalah Vanity Fair dengan penulis Lisa Robinson, Adele bercerita tentang kehidupannya sekarang, termasuk dengan kehidupan keluarganya sampai masalah postpartum depression serta rasa takutnya terhadap terganggunya hubungan antara dirinya dan keluarga.

Dalam wawancara tersebut, seperti dilansir NME pada Selasa (1/11), pelantun Rolling in the Deep ini mengakui sangat memikirkan masa depannya terhadap hubungan keluarga, terlebih saat kelahiran anak laki-lakinya, Angelo yang kini berusia 4 tahun.

Wanita yang telah menelurkan tiga album 19 (2008), 21 (2011), dan 25 (2015) ini mengakui akan baik-baik saja apabila dirinya tidak akan lagi mendengarkan suara applause dari para penonton konser atau pertunjukannya, demi menjaga hubungan keluarganya.

Sejak Februari lalu, penyanyi kelahiran Tottenham ini memulai tur dunianya ke 107 titik dan akan berakhir 21 November, dan Ia merasa turnya telah membuatnya khawatir akan hubungannya dengan pasangan dan anaknya.

“Saya tetap suka untuk membuat lagu atau rekaman, tapi saya akan baik-baik saja jika saya tidak pernah mendengarkan sorak sorai dan tepuk tangan penonton lagi,” kata penyanyi yang juga penulis lagu ini kepada Vanity Fair.

“Saya melakukan tur hanya untuk melihat orang-orang yang mendukung saya. Saya tidak peduli dengan uang. Saya orang Inggris, British, dan kami tidak memiliki sesuatu yang terus mendorong untuk mencari uang sepanjang waktu,” tambahnya.

Adele menegaskan dalam wawancara tersebut bahwa hubungannya terhadap keluarganya, Simon dan Angelo jauh lebih penting daripada tur-turnya.

“Jika hubungan saya dengan mereka mulai sulit dijalani sekarang, saya akan membatalkan tur-tur saya. Kehidupan saya lebih penting bagi saya daripada apa yang saya lakukan, karena bagaimana saya bisa menulis lagu kalau saya tidak punya kehidupan?  Kalau tidak punya kehidupan yang nyata, makan permainan telah berakhir,” lanjutnya.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon