Eva Celia berbagi cerita soal dibalik penggarapan album perdananya, And So It Begins saat perilisan resminya di Largo Bistrot, Kemang Rabu (16/11) kemarin. (Foto oleh Endy Febrinand)
Eva Celia berbagi cerita soal dibalik penggarapan album perdananya, And So It Begins saat perilisan resminya di Largo Bistrot, Kemang Rabu (16/11) kemarin. (Foto oleh Endy Febrinand)

Aktris cantik yang kini fokus memilih menjadi penyanyi, Eva Celia, akhirnya memiliki kelegaan setelah debut albumnya yang bertajuk And So It Begins resmi dirilis Rabu (16/11) dan diperdengarkan secara khusus dalam perilisannya di Largo Bistrot, Kemang.

Wajah yang tampak bahagia, meski sedikit gugup terlihat saat kami menyapa anak dari Indra Lesmana dan Sophia Latjuba ini, sebelum akhirnya ia bercerita banyak soal apa yang terjadi di balik album pertamanya ini.

Bagi Eva, album yang proses penggarapannya cukup lama, sekitar dua tahun ini bukanlah album semata, tapi merupakan sebuah karya sekaligus pembuktian wanita cantik 24 tahun ini dalam menunjukkan dirinya dalam menyampaikan sesuatu lewat musik dan lirik.

Tidak dipungkiri lagi bahwa darah musik turut mengalir dalam diri Eva, bukan karena ia anak seorang musisi kenamaan Indra Lesmana, tapi justru berkat sang ayah, Eva pun tumbuh kembang berdampingan dengan musik.

“Gue dekat sekali dengan musik. Sejak kecil gue selalu berjalan bersama musik, termasuk sampai saat ini ketika menghadapi masalah, musik yang selalu menemani. Memang tidak terlihat secara fisik, tapi musik yang terus menjadi jalan keluarnya,” terang Eva.

“Ayah sendiri seneng banget ketika melihat gue, anaknya, memilih untuk bermusik justru dari diri gue sendiri. Dan gue emang memilih musik sebagai jalan gue sendiri,” tambah wanita berambut pendek ini.

Musik sangat personal bagi Eva dan butuh pendewasaan sebelum dirinya menekuni dunia musik. Ia sendiri mengaku tidak mau hanya membuat musik, tapi tidak ada pesannya di mana hal itu butuh proses dan pengalaman.

Lebih lanjut pelantun Against Time ini memaparkan bahwa dirinya dibesarkan untuk menjadi seorang yang menghargai musik apapun. R&B, soul, pop seperti Michael Jackson atau The Beach Boys, Jazz seperti Joni Mitchell, atau rock sekalipun seperti Mr. Big sampai Pink Floyd.

“Gue mengambil esensi setiap genre yang menjadikan musik gue sendiri. Makanya gue pun sulit memberikan genre tersendiri untuk musik yang gue mainkan ini,” tambahnya.

BACA JUGA: Eva Celia kembali “unjuk gigi” lewat lagu Against Time

Penantian panjang pun usai

Eva Celia menunjukkan sosoknya sebagai seorang musisi dimulai pada awal 2015. Dengan single berjudul Reason, yang kental dengan sentuhan pop jazz tersebut sukses diterima oleh pendengar musik Indonesia. Banyak respon positif yang terus berdatangan kepadanya, sehingga ia semakin semangat untuk menuntaskan materi-materi lainnya.

Namun ada satu waktu di mana Eva merasa tertekan. Banyak orang terus berkomentar tentang bagaimana dirinya harus bermusik dan menunggu karya-karyanya yang lain dengan ekspektasi tinggi.

“Gue sempat terjebak dan kebingungan sendiri. Sampai akhirnya gue sadar kalau semua itu kembali ke gue pribadi. Sejauh mana gue bisa memaksimalkan kemampuan yang gue miliki untuk membangun dan menyuguhkan musik. Gue mau dengan musik gue bisa menyampaikan sebuah pesan, bukan lagu yang lewat begitu saja,” jelas Eva.

Eva sendiri turun langsung dalam setiap detail album perdananya, And So It Begins. Ia sangat totalitas terhadap keseluruhan delapan lagu atau materi yang ada dalam album ini. Bahkan ia pun menulis sendiri lagu-lagunya.

“Gue sendiri melihat, jarang ya ada penyanyi Indonesia yang tidak cuma bisa nyanyi atau main musik. Tapi yang benar-benar bisa totalitas sampai menulis lagu-lagunya sendiri. Menurut gue Eva Celia ini salah satu yang luar biasa, karena seluruh lagunya dia tulis sendiri,” terang Adib Hidayat sebagai pengamat musik dan editor in chief salah satu majalah musik terkemuka di Indonesia mengomentari album dan sosok Eva saat ini.

Inti dari apa yang ditulis oleh Eva dalam album And So It Begins sendiri adalah bicara tentang sesuatu yang positif dan penuh harapan.

“Dari sekian banyak cerita atau kejadian tentang kekecewaan dan kekerasan, gue ingin mengembalikan ke benang merah di mana kita seharusnya ada di sana, yaitu cinta. Sikap menerima, sabar dan kebaikan. Bagaimana kita bisa melatih unsur-unsur tersebut di tengah kehidupan yang kita jalani sehari-hari,” terangnya.

“Meskipun ada benang merahnya, tapi setiap lagunya memiliki feel yang berbeda-beda,” tambah aktris yang pernah beradu akting dengan Tara Basro, Reza Rahadian, dan Nicholas Saputra dalam film layar lebar Pendekar Tongkat Emas.

Album And So It Begins sendiri kini dapat Anda dapatkan di www.demajors.com atau direct selling di jadwal Eva Celia yang bisa dilihat di www.evaceliamusic.com. Album ini juga untuk digital di iTunes dan layanan musik streaming lainnya.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon