Keramaian dan keseruan gigs peluncuran album ketiga Morfem, Dramaturgi Underground yang diselenggarakan Kamis (10/11) lalu. (Foto oleh Satria Perdana)
Keramaian dan keseruan gigs peluncuran album ketiga Morfem, Dramaturgi Underground yang diselenggarakan Kamis (10/11) lalu. (Foto oleh Satria Perdana)

Kontributor: Ramadan Tobing

Band crossover punk asal Jakarta, Morfem akhirnya merilis album ketiga mereka yang berjudul Dramaturgi Underground. Peluncuran album tersebut dilakukan dalam sebuah gigs yang rutin digelar, Thursday Noise Vol 9 pada Kamis (10/11) lalu. Acara ini sendiri digagas oleh sang vokalis, yakni Jimi Multhazam.

Menurut Jimi, yang namanya tenar lewat band The Upstairs, mengungkap bahwa judul album terbarunya ini sengaja dipilih karena sesuai dengan pengalaman yang dialaminya kala proses produksi.

“Album ini sudah dipersiapkan selama tiga tahun dan akhirnya tersalip EP Sneakerfuzz. Waktu itu kita juga belum milih judul buat album ketiga ini. Sampai ada percikan-percikan konflik dan akhirnya berhasil kami atasi,” terang pria yang selalu lincah untuk berjoget di atas panggung ini.

“Makanya gue rasa proses penggarapan album ini dramanya besar banget. Sampai kita sepakat judulnya Dramaturgi Underground,” tambah Jimi saat diwawancarai di sela-sela gigs dan peluncuran albumnya kemarin di 365 Ecobar Kemang, Jakarta Selatan.

Dia pun menambahkan kalau album Dramaturgi Undergound merupakan bukti nyata dari apa yang dicari-cari oleh Morfem selama ini.

“Di dalam album ini temen-temen di Morfem akhirnya menemukan sound yang kita cari selama lima tahun. Bisa dibilang ini pencapain tertinggi kami. Terus uniknya di album ini setiap lagunya ada artwork yang dikerjakan oleh ilustrator-ilustrator yang gue kurasi,” curhat pria kelahiran Jakarta 42 tahun lalu ini.

Dari situlah dirinya kemudian menghubungi para peserta Thursday Noise dan teman-temannya untuk berkontribusi membuat artwork untuk album ini. Di antaranya ada Aprilia Sari (White Shoes and The Couples Company), Farid Stevy (FSTVLST), Ricky Malau, Marishka Soekarna, Argy Pradipta, Ahmad Djali Rizzali, Reza Pradipto, Gama Dwisetya, Ahmad “Madfire” Muarif, dan Rato Tanggela.

Uniknya menurut para ilustrator yang terlibat, beberapa di antaranya hanya diberikan lirik dan ada juga yang cuma diberikan aransemen lagu sebagai acuan untuk membuat artwork-nya masing-masing yang mewakili setiap lagu di album ini.

“Gue dikasih liriknya, terus dibaca sama judul lagunya Anabastestudineus. Pas udah gue gambar, iseng-iseng gue browsing  deh kata latin itu. Ternyata artinya ikan betok, hehehe…,” kenang Argy Pradipta ilustrator yang membuat ilustrasi untuk single dan lagu Anabastestudineus.

Anda tentu penasaran bukan dengan album terbaru Morfem? Anda bisa langsung mendapatkannya di toko-toko CD terdekat, lantaran sampai saat ini tidak masuk dalam sejumlah digital store yang ada.

Anyway selamat untuk Jimi dan kawan-kawan atas rilisnya album terbaru kemarin!

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut