Monita Tahalea dan TJ Kusuma dari Barasuara turut bersenandung bersama Gerald Situmorang dalam Solitour 2016 yang berakhir di Jakarta Rabu (23/11) malam. (Foto oleh Satria Perdana)
Monita Tahalea dan TJ Kusuma dari Barasuara turut bersenandung bersama Gerald Situmorang dalam Solitour 2016 yang berakhir di Jakarta Rabu (23/11) malam. (Foto oleh Satria Perdana)

Rangkaian tur gitaris yang juga seorang bassis dari band folk rock Barasuara, Gerald Situmorang yang bertajuk Solitour 2016 berakhir sudah pada Rabu (23/11) malam, di Shoemaker Studios, Cikini, Jakarta.

Titik terakhirnya tersebut merupakan titik ketujuh setelah sebelumnya berjalan di enam kota di pulau Jawa, yaitu Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Bandung. Solitour 2016 sendiri merupakan perjalanan tur yang menampilkan dua instrumentalis, di mana Gerald mengajakan pemain saxophone, Tommy Pratomo untuk ikut serta. Sejak berjalan 13 November lalu, masing-masing saling berbagi panggung dalam sesi yang berbeda.

Tommy Pratomo sendiri bermain dengan setlistnya yang diambil dari album TND yang rilis 2015 lalu, sedangkan Gerald Situmorang terus menyebarkan materi dari album yang baru dirilisnya awal November ini, Solitude.

Rabu malam kemarin sangatlah menyenangkan bagi para penonton dan juga penggemar dari Gerald maupun Tommy, yang sukses membuat para penonton mencapai puncak eargasm dari alunan musik yang mereka bawakan. Dihadiri juga oleh rekan satu band pria yang akrab disapa Gesit ini, seperti Iga Masardi, TJ Kusuma, dan Marco Stefano, ruangan Shoemaker Studios berubah dari riuh tepuk tangan, tawa, sampai hening dengan hanya suara petikan gitar Gesit. Para penonton yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari Semarang dan Jombang pun mendengarkan setiap setlistnya dengan khidmat dan khusyuk.

Perjalanan “Solitour 2016” sangatlah menyenangkan. Gerald  Situmorang dan Tommy Pratomo sukses mematahkan jika musik instrumental adalah musik yang sangat terbatas. Tetapi berbeda dengan apa yang terjadi di setiap panggung, di mana ratusan orang berkumpul menikmati pertunjukan musik minus vokal ini. Meskipun untuk Gesit sendiri ada sedikit vokal, di mana ia mengajak Monita Tahalea untuk turut serta di lagu yang dibawakan dua setlist terakhir.

“Nggak disangka, musik instrumental yang kami bawakan bisa sampai dengan baik ke tempat-tempat yang kami singgahi. Banyak juga respon positif yang kami dapatkan. Tetapi yang paling penting, niat saya dan Tommy Pratomo untuk menyapa dan berinteraksi secara langsung lewat musik instrumental yang kami bawakan berjalan dengan baik,” ucap pria yang sangat lincah di atas panggung bersama Barasuara ini.

Tommy Pratomo dan Saxx In The City sukses membuat penonton bergoyang di kursinya masing-masing. (Foto oleh Satria Perdana)
Tommy Pratomo dan Saxx In The City sukses membuat penonton bergoyang di kursinya masing-masing. (Foto oleh Satria Perdana)

“Mereka bergumam atau bergoyang kecil ketika pertunjukan berlangsung jadi pemandangan yang membuat kami semakin semangat. Walau memang nggak ada lirik, tapi musik yang kami bawakan tetap bisa dinikmati dengan baik,” tambah Tommy atau yang pada malam itu dipanggil Thomas oleh Iga Masardi yang mendadak menjadi MC Solitour 2016 Jakarta.

Solitour 2016 yang berakhir di Jakarta memiliki kejutan tersendiri dengan menempatkan nama-nama musisi lainnya untuk berkolaborasi dalam pertunjukan final ini. Selain Monita, TJ, dan Marco, ada sejumlah musisi lainnya yang turut diajak bermain di atas panggung, yaitu Sri Hanuraga, Jessilardus Mates, Saxx In The City, dan Dimas Pradipta.

“Banyak sekali teman-teman yang mendukung Solitour 2016 secara moral dan amplifikasi. Di titik terakhir ini seru banget kalau memang mereka bisa ikut bergabung di panggung Solitour 2016, dan bisa! Pastinya bakal seru sih, nantinya mau ngapain masih rahasia,” ungkap Gerald Situmorang.

Pertunjukan “Solitour 2016” titik terakhir ini tidak menentukan berapa harga tiket yang harus dibayarkan. Pengunjung bebas menentukan berapa harga yang pantas ia bayarkan untuk menikmati suguhan musik dari Gerald Situmorang dan Tommy Pratomo ini.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon