Lewat Let Me, Teddy Adhitya membuktikan dirinya semakin kokoh di dunia musik Indonesia (Dokumentasi Teddy Adhitya)
Lewat Let Me, Teddy Adhitya membuktikan dirinya semakin kokoh di dunia musik Indonesia (Dokumentasi Teddy Adhitya)

Solois muda Indonesia semakin bermunculan belakangan ini. Namun salah satu yang patut diperhatikan adalah Teddy Adhitya. Setelah memperkenalkan diri lewat lagu pertamanya, In Your Wonderland beberapa waktu lalu, kini Teddy membuktikan keeksisannya di dunia musik lewat single keduanya, Let Me.

Single yang dirilis Kamis (17/11) kemarin, dibuatnya berdasarkan fenomena sosial masa kini di mana orang-orang lebih sibuk menanggapi hal-hal negatif daripada mempedulikan sekitarnya. Bagi pria berusia 25 tahun ini, Let Me merupakan medium pengingat dan kontemplasinya dalam menjalani kehidupan.

Let Me sendiri merupakan single dan lagu kedua yang berbahasa Inggris dan juga menjadi pernyataan sikap pria yang akrab disapa Teddy ini dalam bermusik. Pria berambut keriting ini terbiasa menulis lagu dalam bahasa Inggris. Menurutnya agar pesan dari lagu tersebut dapat lebih mudah disampaikan ke seluruh dunia.

Di lagu ini, ada banyak perbedaan yang sangat signifikan dari lagu single pertamanya. Khususnya secara teknis, mulai dari sound drum, gitar, dan teknis rekaman lainnya. Anda akan lebih menikmati lagu ini karena terdengar lebih akustik, membuat Anda untuk sing along, dan padat secara atmosfer. Perbedaan yang paling berasa adalah pada penggunaan frekuensi 432 Hz, di mana biasanya banyak instrumen bermain dalam frekuensi 440 Hz.

Untuk sound akustiknya sendiri benar-benar dieksplorasi lebih dalam oleh Teddy. Untuk suara kick drum, Teddy menggunakan sebuah papan dengan rongga di bawahnya dan kemudian ia melompat-lompat di atasnya. Suara tersebut direkam dan dijadikan sampling. Bunyi tepuk tangan juga direkam secara manual dari delapan orang teman-teman yang menghadiri sesi rekaman. Selain itu mereka juga merekam suara masing-masing untuk mengisi bagian reff lagu Let Me.

Dua lagu yang dirilis belakangan ini merupakan sebuah langkah menuju rilisnya album perdananya. Namin tidak merangkum isi dari albumnya nanti.

“Karena isi albumnya akan bervariasi, banyak eksplorasi yang saya lakukan di album nanti dari track ke track. Dua lagu tersebut yang paling dekat rasanya kalau mau digambarkan. Sisanya selain dua lagu itu cukup jauh berbeda, banyak kejutan dan pengalaman mendengarkan musik yang berbeda,” janji Teddy soal albumnya nanti.

Berkat respon positif yang didapat pada single sebelumnya, ketika banyak orang yang mendadak suka lagu R&B, ia percaya bahwa musik yang dibuatnya akan memilih audience-nya sendiri. In Your Wonderland sudah mencapai orang-orang yang dituju meskipun belum besar.

Lagu ini sendiri sudah ada di digital stores seperti iTunes, Spotify, Yonder Music, Deezer, Amazon, JOOX, dan lainnya. Lalu rencana untuk pendistribusian album fisik, selain akan dijual sendiri (direct selling), Teddy akan bekerjasama dengan Demajors.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon