Kuncoro Wicaksono, sosok di balik Bleu Clair yang kini tengah fokus di dunia musik Indonesia. (Foto oleh Satria Perdana)
Kurniawan Wicaksono, sosok di balik Bleu Clair yang kini tengah fokus di dunia musik Indonesia. (Foto oleh Satria Perdana)

Sosok pria muda yang masih seumuran mahasiswa tengah sibuk mengutak-atik komputernya. Ia terlihat sedang sibuk menyusun nada-nada untuk sebuah lagu. Kesibukannya tersebut terdengar sampai ke luar ruang studio kecil di lantai tiga rumah DJ/Producer Midnight Quickie, Irsan Ramadhan.

Ah, iya, pria muda ini namanya Kurniawan Wicaksono atau lebih sering dikenal sebagai Bleu Clair, bila Anda sering hangout ke club atau bar. Kami menemuinya pada Kamis (22/12) lalu, saat tengah mengerjakan proyek lagu baru di rumah Irsan yang juga menjadi basecamp Midnight Quickie. Pria yang disapa Kurni ini bisa dibilang sosok DJ/Producer yang patut diperhitungkan di masa mendatang.

Mengaku terjun dan belajar membuat musik elektronik karena terinspirasi Sonny Moore alias Skrillex, Kurni pun belajar secara otodidak saat duduk di bangku kuliah tahun 2012. Ia belajar mulai dari tanya teman sana-sini, menonton Youtube, dan juga banyak eksperimen sendiri. Nama Bleu Clair yang berarti Biru Muda ini pun keluar pada 2014 dan Ia mendapatkan kesempatan merilis single pertamanya saat itu di bawah naungan Pantheon, label musik elektronik raksasa dari Denver, Amerika Serikat.

Dari beberapa single-single yang sudah dirilisnya, ada sejumlah lagu yang di-remix oleh DJ-DJ ternama di dunia, seperti David Guetta, Tommy Trash, BroSafari, dan lainnya. Ia juga berkesempatan untuk me-remix beberapa lagu dari DJ internasional seperti Rave Radio, KapSlap, dan lainnya.

“Sebenernya gue udah pernah kontakan sama DJ Snake juga untuk mendengarkan single gue juga. Cuma ya gue nggak tahu sih udah didengerin atau belum, hahaha…” tutur pria yang akan merilis single bernuansa EDM awal tahun baru nanti.

“Gue denger lagu gue dibawain sama David Guetta itu dari orang di soundcloud atau di media sosial mana gitu gue lupa, kasih tahu gue kalau lagu gue dibawain sama David Guetta. Dari situ gue mulai berani lah untuk fokus membuat lagu-lagu yang memang pasarnya untuk orang-orang di luar negeri sana sih,” terangnya.

What an unlucky guy

Meski nama Bleu Clair sudah dikenal oleh orang-orang di luar negeri sana, situasi sebaliknya terjadi di negeri sendiri. Nama tersebut belum lah dikenal oleh orang-orang di sini. “Ya, paling bener-bener sama orang-orang yang menggeluti musik-musik elektronik underground sama temen-temen sesama produser juga sih,” aku Kurni.

Biarpun namanya sudah dikenal di luar negeri sana, tapi tetap saja Kunco tak jua beranjak untuk tampil di panggung internasional. Ada beberapa acara internasional yang sempat mengontaknya dan mengajak untuk bermain, tapi…

“Ya nggak jadi karena setelah panitianya hitung-hitung untuk transport-nya, bawa gue dari Indonesia ke tempatnya ternyata ongkosnya mahal, hahaha… Ya jadi gue belum beruntung aja sih untuk bisa tampil di luar negeri, biarpun banyak yang undang juga, termasuk acara underground ternama di UK tuh…” papar pria yang ingin Bleu Clair semakin dikenal di Indonesia ini.

Single Bleu Clair featuring Kamga 'Dekat', Mimpi Jadi Nyata akan dirilis Januari mendatang. (Dokumentasi Bleu Clair)
Single Bleu Clair featuring Kamga ‘Dekat’, Mimpi Jadi Nyata akan dirilis Januari mendatang. (Dokumentasi Bleu Clair)

Tantangan pendengar di Indonesia

Menyadari dirinya perlu menunjukkan taji di Indonesia, Januari mendatang Bleu Clair akan merilis single berjudul Mimpi Jadi Nyata di mana Kamga ‘Dekat’ mengisi vokal untuk lagu yang liriknya dibuat oleh Abenk Alter ini.

“Kenapa gue memilih Kamga? Karena waktu gue mendengarkan Dekat, suaranya itu unik, menarik, dan yaaa… Asik banget aja gue dengerinnya. Dan dia bisa bawain feel dari lirik yang dibuat Abenk,” tuturnya.

“Jadi lagu ini tentang perjalanan gue yang memang ingin membuktikan kepada orang tua gue dan juga dunia, kalau pilihan gue berkecimpung di musik ini tuh bisa terbukti baik. Karena jujur sama orang tua gue nggak didukung, padahal kita boleh memilih untuk jadi apa kan. Makanya gue cerita sama Abenk, curcol sih, terus dia bikin liriknya, gue bikin aransemen musiknya, Kamga isi vokal, dan mudah-mudahan Januari nanti keluar bisa dapat respon yang bagus,” jelas pria kelahiran 21 April 1995.

Masih kata pria yang juga me-remix lagu Midnight Quickie terbaru Begitu Indah ini, untuk lagu Mimpi Jadi Nyata nanti Ia memastikan lagunya akan enak didengarkan kapan pun dan di mana pun bagi para penikmat musik di Indonesia.

“Karena untuk Mimpi Jadi Nyata gue bikinnya lebih EDM sih. Banyak vokal dan tentu juga orang-orang tahu Kamga kan? Jadi dengan orang-orang tahu Kamga, lewat lagu ini orang-orang juga akan tahu siapa itu Bleu Clair,” tandas Kurni yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini.

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut