Tangannya hitam pekat berkat terkena oli dan debu dari motor yang sedang dikerjakannya. Sore itu sebuah kerangka motor tua sedang menanti disulap menjadi cafe racer oleh sang kreator, Ansor Safarulloh.

“Sebentar yaa. Pasang ban dulu nih,” ujarnya dengan memastikan terpasang dengan benar.

Sejak kecil Ansor sudah mulai tertarik dengan dunia otomotif. Ketika zaman sekolah dulu, dia sangat senang bermain motor balap. Barulah memasuki 2012, ia tertarik pada motor kustom.

“Awalnya melihat teman punya motor klasik CB 100 dan cafe racer. Saat itu gue ingin punya di antara motor itu,” ujarnya.

Ansor Safarulloh, Owner dari Motor Crust. (Foto: Alfian Putra)

Di saat yang bersamaan, Adiknya memiliki motor GL Pro namun dalam kondisi mati. Daripada motor tersebut tidak jadi apaapa, Ansor memintanya dan mulailah tangan-tangannya menyihir motor mati tersebut.

“Berhubung gue juga sedikit ngerti bongkar-bongkar motor, dari situ mulai gue coba benahi keadaan motor tersebut,” ujar pria yang juga aktif dalam sebuah band underground Kota Depok.

Setelah itu, Ansor justru bingung motornya mau diapakan. Dalam benaknya ketika itu, apakah motor itu akan disulap seperti CB 100 atau dibuat dengan gaya yang lain. Akhirnya Ansor menemukan konsep yang cocok, ia membuat motor klasik dengan posisi stang terbalik ala cafe racer vintage. Dari situlah, cikal bakal ia menyukai motor kustom.

Ansor turun tangan langsung untuk mendapatkan hasil maksimal. (Foto: Alfian Putra)

Kemudian, akhirnya banyak tawaran yang datang dari orang lain untuk merombak motor mereka. Beberapa datangnya dari teman-temannya sendiri. Hingga pada tahun 2013, ia mulai memberanikan diri mendirikan bengkel kustom sendiri.

“Saat itu gue membangun motor kustom itu, masih di bengkel rumahan. Di rumah gue sendir,” ujar pria kelahiran 1991 ini.

Setelah cukup lama menggunakan rumah sebagai bengkel, akhirnya pada 2016 ia memisahkan diri dan menyewa tempat di bilangan Tanah Baru, Depok.

Bengkel motor kustom yang namanya ia ambil dari salah satu judul lagu band favoritnya, Malignant Tumour “Motor Crust”. Kini sudah kurang lebih menyulap 30 motor.

Beragam style kustom mulai dari bratstyle, cafe racer, tracker, scrambler, dan street cub pernah dikerjakan di Motor Crust.

Biasanya untuk proses paling awal dalam membangun motor di bengkelnya. Ansor akan lebih dulu berdiskusi mengenai konsep yang diinginkan oleh customernya. Untuk harga disesuaikan dengan konsep dan aksesoris yang digunakan.

“Patokan harga kita mulai dari tujuh juta sampai 15 juta. Kembali lagi ke konsep dan apa aja yang mau dipakai,” imbuhnya.

Di whiteboard yang tergantung mantap di dalam bengkelnya, tertulis sederet antrian motor yang menanti untuk disulap sesuai pesanan. Januari 2017 ini sudah ada sekitar lima lebih orderan yang masuk.

“Ada aja sih kalau orderan untungnya,” ujarnya bersyukur.

Untuk satu motor Ansor menuturkan, butuh waktu pengerjaan selama 30 hari sampai 90 hari. Namun, semuanya tetap tergantung pada budget dan kerumitan.

Sudah beberapa tahun terakhir ini, industri otomatif Indonesia ramai sekali dengan kehadiran bengkel kustom. Membuat persaingan semakin ketat. Namun bagi Ansor sendiri, ia tidak melihatnya sebagai sebuah persaingan.

“Kita gak pernah bersaing atau menyaingi, karna awal gue buat Motor Crust sekedar hobi, kesenangan dan mengisi waktu luang,” pungkasnya.

Selain custom motor, Motor Crust juga ternyata menerima painting dan service serta menjual sparepart, aksesoris, dan barang perlengkapan kustom lainnya juga merchandise.

Bagi kalian yang penasaran dengan hasil kerja dari Motor Crust atau justru ingin merombak motor sendiri. Datang langsung saja ke Jl. Tanah Baru no. 16 Depok Hp: 082297372598, pin BB D32491E4.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon