Sampah plastik menjadi benda yang paling sering kita temukan di jalan raya. Kadang keberadaannya tidak sesuai tempat.

Sampah plastik juga, menjadi momok yang menakutkan apabila tidak di tangani serius. Sebab butuh waktu 50 – 100 tahun untuk bisa terurai.

Kota diberbagai belahan dunia menghasilkan 1,3 miliar ton sampah plastik perharinya. Menurut Bank Dunia, angkanya bisa terus bertambah hingga 2,2 miliar ton pada 2025 mendatang.

Di Indonesia sendiri, dikutip dari geotimes, sampah di Jakarta mencapai 6.000 – 6.500 ton perhari. Di Bali jumlah sampah 10.725 ton perhari. Sedangkan di Palembang jumlahnya naik dari 700 ton menjadi 1.200 ton perhari. Jika diakumulasikan, total sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton/hari. Dikutip dari Solid Waste Association (InSWA) dalam setahun Indonesia menghasilkan sampah plastik 5,4 juta ton.

Banyak banget yha ?

Akan menjadi masalah yang serius, apabila sampah plastik ini tidak di tangani dengan benar nan cermat.

Di beberapa negara sudah ada inovasi untuk mengelola sampah plastik. Bahkan ada negara yang menggunakan sampah plastik untuk membuat jalan raya. Beberapa negara ini contohnya:

1. Kanada
Di Vancouver, Kanada yang terkenal akan pariwisatanya yang indah, mentargetkan pada 2020 kota tersebut akan menjadi kota terhijau di dunia.

Para pekerja sedang melakukan pengaspalan jalan raya dengan menggunakan campuran sampah plastik. (Foto: inhabitat)

Salah satu upaya mewujudkannya, pemerintah setempat bekerja sama dengan Green Mantra mengubah plastik bekas dan aspal menjadi paving.

2. Belanda
Jika sebelumnya jalan raya Rotterdam, Belanda dibangun menggunakan bahan utama berupa aspal. Perusahaan kontruksi Volkerwessels punya inovasi unik, membuat jalan raya dengan bahan baku plastik daur ulang.

Dikutip dari Engadget, hal tersebut bertujuan untuk mendukung aksi ramah lingkungan.

3. India
Di negara asal Bollywood inilah Profesir Kimia Rajagopalan Vasudevan mempunyai ide mengubah plastik biasa sebagai pegganti aspal.

Rajagopalan melihat sampah sebagai harta karun sumber daya yang luput untuk dimanfaatkan.

Nantinya sampah plastik tersebut menjadi bahan baku utama dalam pembuatan kontruksi jalan raya.

4. Indonesia
Kalau di Indonesia sampah plastik juga sudah dimanfaatkan untuk kebutuhan jalan. Bedanya kalau sampah plastik di negara-negara tadi untuk bahan baku. Di Indonesia untuk “hiasan”.

Yha, semoga saja masalah sampah plastik di negara kita bisa segera teratasi deh.

Semua Yang Perlu Diketahui Tentang Djakarta Warehouse Project 2017

Homeshake Akan Menyambangi Jakarta Pada Januari 2018!

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon