Aung La N Sang nampak tak sabar di atas ring pada malam itu (14/1) di JCC Convention Center. Petarung berjuluk The Burmese Python tersebut, ingin segera merebut gelar Juara Dunia Kelas Menengah ONE Championship dari pinggang petarung Rusia, Vitaly Bigdash.

Sementara lawannya Bigdash nampak tenang, meskipun ia kalah berpengalaman dengan Aung La yang sudah menjalani 29 laga pertarungan.

Ketika bel ronde pertama dibunyikan, keduanya saling mencari celah untuk menyerang. Saling bergantian bertahan. Pertandingan berjalan cukup sengit.

Namun di ronde-ronde berikutnya pertarungan justru didominasi oleh Bigdash. Beberapa kali Aung La terpojok di sudut ring dan mendapatkan pukulan juga hentakan lutut Bigdash. Aung La sempat juga membalik keadaan namun tak mampu merubah keadaan.

Satu tendangan keras dari Bigdash menghantam Aung La. Keadaan menjadi semakin buruk untuk petarung Myanmar tersebut. Aung La terlihat kehilangan kontrol atas dirinya. Sehingga dimanfaatkan oleh Bigdash untuk menjatuhkannya dengan mudah.

Aung La yang terkenal berkat kemampuan submission nya, harus telak menerima tergapan Bigdash. Tak jarang sikut Bigdash mendarat di wajah, hingga akhirnya Aung La bersimbah darah. Arena tarung sempat dihentikan sejenak, ketika darah Aung La tercecer di atas ring. Meski begitu Aung La, tetap berusaha mengadakan perlawanan.

Bigdash keluar sebagai juara bertahan. Sumber: official One Championship.

Hingga waktu jugalah yang menentukan siapa pemenangnya. Ketika ronde kelima berakhir, laga One Championship: Quest For Power mendapatkan Bigdash sebagai juaranya. Sekaligus Bigdash sukses mempertahankan sabuk Juara Kelas Menengah One Championship. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahan Bigdash selama sembilan kali laga di One Championship.

“Pertarungan ini tidak mudah. Aung La memberikan perlawanan. Namun, saya mampu mengantisipasinya dengan memperbanyak latihan. Jadilah, saya mampu mempertahankan sabuk ini,” tukas Bigdash seusai pertandingan.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon