Rabu siang (18/1), Upi duduk santai ditemani Adi Sumardjono (Produser IFI Sinema) dan empat muda-mudi berwajah asing. Dengan penuh semangat, Upi menjelaskan mengenai proyek terbaru yang sedang digarapnya saat ini.

Selesai menyutradarai My Stupid Boss tahun lalu, Upi siap dengan My Generation –sebuah film berlatar belakang kehidupan remaja- di tahun ini.

My Generation memaparkan gap yang terjadi antara generasi babyboomers dan millenial.

“Sebenarnya film ini bercerita tentang bagaimana cara berpikirnya anak dan berpikir orangtua,” ujar Upi saat ditemui di Branch Bistro, Senopati.

Adi Sumardjono menambahkan, “bagi saya film ini lebih penting ditonton orang tua. Karena orang tua akan mengerti anaknya itu siapa dan kaum millenial itu seperti apa.”

Selain itu, film ini diakui Upi memang sengaja “menangkap” zaman. Seperti ketika ia menggarap Realita Cinta dan Rock N’ Roll, karena waktu itu musik rock n’ roll lagi booming di kalangan remaja. “Lima atau sepuluh tahun ke depan, film ini bisa menjadi semacam time capsule,” pungkas Upi.

Wajah Baru

Siang itu Upi tidak hanya berdua dengan Adi Sumardjono. Mereka dihimpit empat anak muda-mudi: Bryan Langelo, Lutesha, Alexandra Kosasie, dan Arya Vasco.

Empat anak muda itulah yang nantinya akan menjadi pemain utama dalam film Upi yang baru, My Generation. Wajah-wajah baru nan segar.

Ketika pertama kali menawarkan cerita ke pada produser, menurut Upi, dirinya memang menginginkan memakai wajah-wajah baru. Bagi Upi, film Indonesia butuh regenerasi.

ki-ka: Bryan, Lutesha, Alexandra, dan Vasco. Foto: Alfian Putra.

Upi sebenarnya tidak fokus mencari talenta berwajah blasteran, namun ketika proses casting berlangsung, empat anak inilah yang mencuri perhatiannya. “Saya nyari yang paling natural. Mereka ini natural. Mungkin karena jarang nonton televisi. Jadi ketika casting tidak ada arah akting yang bagaimana dan seperti apa,” ujar Upi.

Walaupun begitu Upi sadar langkahnya tidak mudah. Empat anak ini, belum memiliki pengalaman dalam dunia akting dan itu tugas Upi berikutnya. Mengasah mereka menjadi sesuatu yang tepat untuk film terbarunya.

“Untuk pendalaman karakter sudah hampir tiga bulan mereka workshop. Mereka ini lebih sibuk dari pekerja kantoran sebenarnya. Hampir setiap hari workshop, reading dan terus begitu setiap hari, kecuali Minggu,” seru Upi.

Tantangan lain kemudian hadir ke wajah Upi. Wanita yang pernah menyutradarai 30 Hari Mencari Cinta ini mengungkapkan, awalnya sulit untuk mendapatkan produser. Sebab, membuat film dengan mengandalkan pemain baru, terlalu besar tantangannya.

Namun tidak demikian yang dirasa oleh Adi Sumardjono, mewakili IFI Sinema, malah sebaliknya. Production House yang juga sering bekerja sama bareng Upi ini mengatakan, kalau mereka malah menyukai tantangan.

“Jujur sebagai PH itu keputusan yang berat. Tapi waktu saya baca ceritanya, saya percaya produk yang diberikan adalah yang terbaik. Makanya saya berani mengambil proyek ini,” ujar Adi Sumardjono.

Lebih lanjut Adi mengamini maksud Upi, bahwa industri film Indonesia membutuhkan regenerasi pemain dan tidak hanya itu-itu saja.

“Bagi saya, kalau produsernya saja tidak berani mengambil keputusan. Maka yang main yah itu-itu saja,” pungkasnya.

Film My Generation sendiri akan mulai syuting akhir bulan Januari. Lokasi syuting akan lebih banyak menggunakan Jakarta dan sedikit di Bogor. Bagi kalian yang penasaran, bagaimana filmnya. Tunggu sampai pertengahan tahun 2017 ini.

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut