(Foto: Arief Ointoe)

Siang Jakarta yang selalu terik, tidak menyurutkan Glenn Victor Sutanto untuk beraktivitas di sekitar kolam renang Hotel Le Meridien Jakarta. Pada kesempatan kali itu Glenn tidak menunjukan kehebatannya dalam air. Bahkan atribut atlet renang ditanggalkannya sejenak. Dia sedang menggunakan “jubah” lain. Yaps, Glenn sedang menjalani sesi pemotretan.

Di temani sang Istri, Adeline Makhmutova, yang baru dinikahinya. Glenn berkompromi dengan panas, fotografer, dan stylist untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal. Dirinya mengakui masih belum terbiasa melakukan ini.

Selesai itu tim HangOut berkesempatan untuk berbincang sejenak bersama peraih rekor perenang tercepat 52,90 detik untuk nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra ini.

Bagaimana perasaan lo hari ini ?
Senang sih. Soalnya beda banget sama dunia renang. Pakai baju, difoto. Have fun sih.

Baru terjun ke dunia modeling ?
Kalau yang modeling selain catwalk gitu pertamakali sama Nono. Sebelumnya pernah juga untuk majalah.

Modeling ini akan menjadi sideactivity lo atau bagaimana ?
Iyasih. Disesuaikan juga sama jadwal latihan. Biasanya manajer aku yang kabarin ‘tanggal ini bisa atau ngak ?’ dan ‘Oh gak bisa, lagi ada latihan’. Kalau luang baru deh disempatin untuk hal ini (modeling).

Manajer sih sempat bilang untuk dijalanin, siapa tau nanti dapat iklan. Tapi sekarang fokusnya masih di renang. Jadi nomer dua dulu.

Seberapa padatnya sih kehidupan lo sebagai atlet ?
Kalau lagi full latihan, bisa pagi sampai sore. Mulai setengah 7 sampai 9, terus istirahat untuk makan dll. Terus jam 4 ke kolam lagi. Senin sampai Sabtu, tapi cumin Rabu dan Sabtu yang nggak ada jadwal sorenya. Hari Minggu itu libur, biasanya aku manfaatkan untuk ke café atau kalau lagi di Bali, main ke pantai.

(Foto: Arief Ointoe)

Oh yah, gimana ceritanya seorang Glenn Viktor bisa menjadi perenang ?
Awalnya Cuma ikut-ikut aja. Ada teman yang ngajakin ‘Mau gak renang ?’. Untuk mengisi waktu luang. Mulai seriusnya baru pas usia 12 tahun, sekitar SMP.

Kapan kepikiran untuk fokus jadi atlit ?
Waktu itu karena sudah ikut klub, temen juga rutin ke sana. Mulai ada peningkatan. Sering ikut pertandingan antar sekolah. Terus pelatih bilang, kalau mau serius kemungkinan bisa jadi atlit. Dari situ dijalanin dan sampai sekarang jadi atlit.

Apa yang waktu itu pelatih lihat dari lo ?
Mungkin karena dia melihat saya berbakat. Sebenarnya saya termasuk yang telat, karena start dari SMP. Sementara banyak yang jadi atlit, start nya dari usia lima-enam tahun. Cuman dia lihat juga, saat saya latihan, permenit permeternya bagus.

Bagaimana awal langkah lo di level profesional ?
Untuk dikatakan profesional, ketika saya membela Timnas dan daerah. Untuk Timnas saya masuk pada 2006. Kalau kata yang lain, saya termasuk cepat hanya lima tahun sudah bisa masuk Timnas. Karena yang lain itu ada yang sampai 10 bahkan 11 tahun.

Apa target terdekat lo sebagai perenang ?
Nanti 2018 ada Asian Games dan jauh lebih besar. Terakhir di cabang olahraga renang yang meraih mendali itu tahun 1997. Kalau bisa, sebelum saya berhenti, saya mau mendapatkan mendali itu. Saya pernah dapat emas di SEA Games. Setelah itu World Champ dan Olympics. Cuman kalau untuk Olympics terlalu muluk kayaknya.

Dalam usia 28 tahun sekarang, masih dalam batas produktif sebagai perenang nggak sih ?
Mungkin tenaga iya kalah sama yang muda, mereka lebih bagus. Faktor recovery. Tapi untuk usia 28 – 30 perlu diimbangi juga dengan diet yang benar, nutrisi, recoverynya, dan kita harus perlu banyak baca sih untuk belajar.

Berlanjut >> HangOut With Glenn Sutanto: Antara Kolam Renang Dan Bidikan Kamera (pt. II)

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon