(Foto: Arief Ointoe)

Disela jadwal latihannya sebagai atlit renang profesional yang terbilang padat. Glenn Viktor harus benar-benar memanfaatkan waktu luangnya dengan baik. Apalagi sekarang statusnya bukan lagi bujang.

Jika sedang mendapat waktu senggang, Glenn manfaatkan untuk melayani kebutuhan foto dan menemani sang istri, Adeline Makhmutova.

Kepada time HangOut, Glenn buka-bukaan soal tempat nongkrong favoritnya dan hal yang membuat dirinya bangga menjadi warga Bandung.

Sebagai warga Bandung, kemana biasanya lo nongkrong ?
Paling sering ke Paris Van Java Mall. Karena yang paling besarkan itu di Bandung. Kalau Istri pas ke sini, dia mau ke dataran tinggi. Kayak Dago dan Lembang kan masih asri, kadang-kadang ke sana juga.

Lebih suka mana ?
Ke PVJ sih. Soalnya sekalian makan dan nonton. Aku termasuk yang rada gila nonton. Kalau ada film baru, harus nonton. Rencananya mala mini mau nonton Resident Evil: The Final Chapter, kemarin xXx: Return of Xander Cage. Soalnya kalau sudah mulai latihan, sudah nggak ada waktu keluar. Berhubung sekarang kosong.

Berhubung lo orang Bandung. Apa yang bisa dibanggakan dari Bandung ?
Makanan yang bisa dibanggain. Batagornya enak. Jajan yang lain juga. Semua orang ke Bandung kayanya punya tujuan kuliner sih.

Yang paling juara Batagor ? Di mana tempat yang enak ?
Ada yang enak Batagor Kingsley. Tapi takut kalau makan gorengan, bukan sama lemaknya. Kan gorengan itu bisa bikin panas dalam, takut kalau mau pertandingan terus demam. Jadi, kalau mau pertanding di stop dulu.

Memang lo addicted sama gorengan ?
Gak juga. Saya lebih ke yang manis-manis. Karena kebetulan Mama itu dokter tapi passionnya bikin kue, kayak kue kering, cake, dll. Kalau Mama lagi bikin kue, suka ada lebihnya untuk keluarga.

(Foto: Arief Ointoe)

Lo punya pantangan makanan atau diet khusus ?
Biasanya sih kalau diet 3 bulan sebelum pertandingan. Mengurangi yangmanis-manis. Yang benar-benar off yaa gorengan. Takutnya malah jadi demam, kan repot.

Tapi benar nggak sih. Kalau perenang makan sebanyak apapun nggak akan berpengaruh ke bentuk tubuh ?
Sebenarnya iya. Kalau latihan bereang minimal 2 jam, itu kardionya banyak banget. Kayak Michael Phelps, dia makan 10.000 kalori perhari. Lebih banyak dari orang biasa yang hanya 2.000-2.500 kalori perhari. Tapi diimbangi dengan latihan, makanya badannya tetap begitu.

Baca juga: HangOut With Koutaro Kakimoto: Bali, Kopi Hitam, dan Kamen Rider

Siapa atlet renang yang lo hormati atau kagumi ?
Kalau yang dihormati itu banyak. Rata-rata mereka sekarang menjadi pelatih, seperti Albert Sutanto, Richard Sambera, dan Akbar Nasution. Mereka semua senior saya. Mereka yang mengajari bagaimana menghargai senior dan kekompakan dalam tim.

(Foto: Arief Ointoe)

Hal-hal apa sih yang perlu diperhatikan ketika masuk dalam dunia renang ?
Saya percaya segala sesuatu tidak ada yang instan. Semua hal harus ada prosesnya. Yang penting itu prosesnya. Banyak saya melihat perenang Indonesia, ketika mulai juara di KU Pemula II waktu SD, begitu SMP hilang, pas SMA lama-lama semakin hilang. Karena kebanyakan mereka waktu kecilnya diporsir. Namanya orang tua, maunya melihat anaknya menang. Tapi yang saya lihat, ambisi orang tua ini yang memutuskan prestasi atlet. Melihat lawannya sudah sedemikian rupa, anaknya diberikan pelatihan ini dan itu. Over training. Ketika sudah menjadi senior, nggak ada yang bisa digali lagi. Dibandingkan di luar negeri. Semua anak ada porsinya.

Last word!
Haruslah memulai olahraga walaupun bukan seorang atlet. Saya rasa semua orang harus olahraga. Apalagi kalau yang pola makannya tidak teratur. Sempatin untuk berolahraga.


Fotografer: Arief Ointoe
Stylist: Reza Indra
MUA: Riyah Gouw
Lokasi: Le Meridien Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut