Natasha Gabriella Tontey. (Foto: Kendra Ahimsa)

Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Susana Yembise nampaknya terganggu dengan performance art yang dilakukan seniman muda Natasha Gabriella Tontey bertajuk Little Shop of Horrors; FRESH FLESH FEAST atau Makan Mayit.

Dalam keterangannya seperti dikutip dari detik.com, Menteri Yohana mengecam karya seni Natasha karena dianggap melanggar norma kesusilaan. Tak tanggung, dia meminta polisi untuk segera mengusut.

“Kami juga mendesak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini karena karya seni ini telah melanggar norma kesusilaan, kepatutan, agama dan bila terbukti melanggar UU akan dikenakan Pasal 27 ayat 1 Undang- Undang ITE dan pasal 282 ayat 3 KUHP kesusilaan,” ujar Yohana dalam keterangannya, Selasa (28/2).

A post shared by R|B (@rdtbrns) on

Menteri Yohana ini takut, apabila karya seni tersebut mampu menginspirasi munculnya modus penjualan organ tubuh.

Nama Natasha Gabriella Tontey belakangan mencuat berkat hastag #makanmayit yang bertebaran di sosial media. Sementara itu Makan Mayit atau Little Shop of Horors adalah hasil residensi Natasha di Koganecho Bazaar Yokohama, Jepang pada 2015. Yang dipresentasikan pada khalayak pertama kali pada 28 Januari 2017 untuk dan yang kedua pada 25 Februari di Footurama, Kemang Timur, Jakarta.

Dalam performance art makan mayit tersebut, Natasha menampilkan permen dan jelly dalam bentuk organ tubuh bayi dan fetus yang memberi kesan gore bagi yang melihatnya. Yang kemudian disajikan dalam sebagai bentuk jamuan ke 32 orang tamu partisipan.

Menanggapi kerisauan Menteri Yohana, Natasha menanggapi melalui akun Facebooknya. Seniman muda yang pernah menggelar pameran sejak 2008 ini, mengakui bahwa karyanya bukan bagian cari candaan atau untuk tampil beda saja.

“Seni punya potensi untuk membicarakan hal-hal yang dianggap tabu agar bisa dipahami bersama, saya gak mau hanya menerima norma yang ada sebagai sesuatu yang “taken for granted” saya punya banyak pertanyaan tentang etis, moral, manusia dan banyak lagi, oleh karenanya acara ini saya buat sebagai platform untuk berdialog dengan partisipan,” ujarnya.

Natasha Gabriella Tontey digadang sebagai seniman muda potensial. Dirinya dinobatkan sebagai 30 Young Artist Under 30 versi Nylon Indonesia pada November 2016 lalu.

Semua Yang Perlu Diketahui Tentang Djakarta Warehouse Project 2017

Homeshake Akan Menyambangi Jakarta Pada Januari 2018!

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon