ki-ka: Adipati Dolken, Om Hengky, Aliando Syarief, Widika Sidmore, Jefri Nichol, dan Giulio Parengkuan.

Upi kembali lagi dengan film bercorak anak muda dan kenakalannya. Setelah sebelumnya berhasil menulis cerita sekaligus menyutradarai tema yang sama seperti pada Realita, Cinta dan Rock N’ Roll, Radit dan Jani, dan Serigala Terakhir. Kini wanita kelahiran 45 tahun silam ini kembali menulis cerita untuk film Pertaruhan.

Upi berkolaborasi bersama sutradara Kristho Damar Alam, menyajikan sebuah romansa empat anak  laki-laki yang tinggal bersama seorang ayah dan hidup dalam kesederhanaan.

Dikisahkan Ibra (Adipati Dolken), Elzan (Jefri Nichol), Amar (Aliando Syarief), dan si bungsu Ical (Giulio Parengkuan) adalah anak muda yang hidup di tengah bringasnya perkotaan. Kehidupan yang keras telah menjadi konsumsi mereka sehari-hari. Terlebih lagi, mereka tinggal hanya bersama seorang ayah, Pak Musa (Tyo Pakusadewo) yang bekerja sebagai seorang satpam bank. Minus peranan ibu yang meninggal semenjak si bungsu lahir.

Foto: official

Hidup tanpa seorang istri, membuat Musa harus ekstra keras membesarkan empat anak lelakinya. Sikapnya yang keras dan kuat kadang membuat perselisihan untuk anak-anaknya. Terutama Ibra sebagai anak tertua, yang dipandang selalu salah meski telah melakukan yang terbaik.

Namun dibalik sikap keras ayahnya, tidak membuat keempat anaknya jatuh benci. Mereka malah melakukan sebaliknya. Mereka tetap berusaha harmonis dalam berbagai keadaan yang mendera.

Hingga satu waktu Pak Musa dipecat dari pekerjaannya lalu menderita penyakit paru yang kronis. Membuat keempat anaknya harus memutar otak dalam kondisi tak beruang, agar sang ayah bisa sembuh. Mereka mencoba beberapa usaha namun hasilnya belum mampu memberangkatkan sang ayah berobat.

Foto: official.

Hingga akhirnya Ibra memimpin adiknya yang nomor dua dan tiga untuk melakukan satu tindakan terakhir sebagai jalan keluar. Satu tindakan yang berhasil mereka lakukan sekaligus membawa perubahan bagi kehidupan keluarga sederhana itu.

Film yang diproduksi IFI Sinema ini telah tayang perdana Jumat kemarin (3/2) di Senayan City XXI, Jakarta Selatan. Rencananya akan serentak diputar untuk masyarakat umum pada 9 Februari mendatang.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon