Google memperingati hari kelahiran Pramoedya Ananta Toer yang ke-92. (Foto: google)

Kakek tua berambut hampir botak dan putih itu tersenyum gembira, jemarinya asyik menari di atas mesin tik manual.

Siapapun yang membuka Google hari ini (6/2) akan melihat kakek tua itu. Dia adalah Pramoedya ananta Toer, sosok kakek tua yang terpampang sebagai Google Doodle.

Perusahaan Amerika Serikat Google, memajang wajah Pram untuk memperingati hari kelahirannya ke-92. Kini Pram sudah tiada, ia telah berpulang pada 30 April 2006, sebab komplikasi diabetes dan penyakit jantung yang dideritanya.

Waktu nafasnya masih berdengus, Pram dikenal sebagai penulis yang produktif sekaligus kritis. Berbagai karya berupa novel, cerpen, puisi, dan roman berhasil menghentak pembaca sekaligus tak jarang membuat panas mata penguasa.

Masa hidup Pram diselimuti derita. Ketika Belanda berkuasa, Pram pernah dipenjarakan. Era Sukarno pun dirinya tak akur. Hingga era Suharto, Pram dituding komunis, karyanya disensor, dan dipenjarakan ke Pulau Buru selama 30 tahun sejak 1969.

Pramoedya Ananta Toer. (Foto: istimewa)

Selama di Pulau Buru, Pram membuat sebuah mahakarya bertajuk Tertalogi Buru. Terdiri dari empat judul, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca yang terbit pada 1980.

Didalam negeri karya Pram sempat diberangus, khususnya oleh pemerintah Orba. Namun dunia justru menyambut dengan hangat. Seorang dosen Hankuk University, Korea Selatan bernama Koh Young Hun menjadi salah satu orang yang menasbihkan diri meneliti karya Pram selama 30 tahun. Bahkan Koh sepakat dengan A. Teuuw -filolog Belanda, yang menyatakan Pram adalah penulis yang muncul hanya sekali dalam setiap satu generasi atau satu abad.

Kini membaca karya Pram sudah tak seperti dulu. Tidak sulit menemukan buku-bukunya bertebaran di toko buku offline dan online. Bahkan hingga detik ini, karyanya masih terus diperbincangkan dan dipentaskan dalam lakon teater.

Saat ini masih berlangsung salah satu pertunjukan Teater Bunga Penutup Abad, yang diadaptasi dari Bumi Manusia dan Anak Segala Bangsa nya Pram. Sejumlah selebritis seperti Happy Salma, Chelsea Islan, Reza Rahardian, dan Lukman Sardi turut serta dalam pertunjukan tersebut.

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut