Azhar Adhiwibowo (kiri) dan Raffi Fujiberkah (kanan) berpose dengan latarbelakang panorama Desa Flores. (Foto: pribadi)

Duo Raffi Fujiberkah (20th) dan Azhar Adhiwibowo (21th) adalah mahasiswa yang -bisa dikatakan- cerdik dalam memanfaatkan waktu untuk berlibur. Apalagi dengan budget yang minim. Mengusung nickname Jangandiamterus Backpacker, mereka berikrar untuk menjelajah Indonesia. Sebab bagi mereka, diam itu bukan lagi emas tapi nahan, hmmm, poop.

“Ya, jadi kita berdua memang nggak bisa diam orangnya. Tidur aja harus naik rollercoaster biar nggak diam,” canda Raffi.

Menurut mereka nickname tersebut bisa juga berupa kalimat ajakan. Lebih baik melakukan perjalanan dari pada diam terus, di kamar lalu stalking instagram mantan.

“Ayolah kita lihat ke luar. Kita rasakan keindahan alam ini, kehidupan luar. Sayang kalau di lewati,” ujar Raffi yang juga seorang skaterboarder. “Come on! Jangan kebanyakan mikir. Pack and go!

Semangat mereka dalam memulai perjalanan dengan metode backpacker, berhasil menggiring langkah kaki ke beberapa tempat di Indonesia. Terhitung memulai hal ini sejak 2014 lalu, mereka sudah melakukan perjalanan ke Garut, Pangandaran – Tasikmalaya – Garut – Bandung – Sukabumi,Semarang – Salatiga – Solo – Jogja, Malang, Bali – Lombok – Sumbawa – Dompu – Bima – Labuan bajo – Komodo, Lampung – Palembang – Bangka Belitung.

Kemudian, semua perjalanan mereka dari beberapa destinasi akan terangkum dalam sebuah zine –semacam buku/majalah alternatif swakarya, yang sedang digarap. Sesuatu yang rasanya perlu dinantikan.

Apa sih membuat lo kepikiran pertama kali untuk memulai backpackeran ?

Ya karena pengen aja dan suka jalan – jalan. Sebenernya dari SMA kaki udah gatel banget mau mulai backpacker-an tapi saat itu masih takut sama dunia luar. Seperti takut nyasar, takut di palak preman, kehabisan uang, di perkosa bencong dan inti dari semua ketakutan kita waktu itu adalah takut ada apa – apa. Contoh, misal dulu pas lo mau berangkat sekolah tapi mendung pasti Ibu lo pernah bilang “Nih bawa payung, takut ada apa – apa.” Tuhkan? Gua bener kan?

Ilmuwan idola gua bilang, “Sesuatu yang bakal terjadi, ya bakal terjadi.” Takut itu cuma menghambat, buang – buang waktu dan hanya untuk orang pengecut. Akhirnya ketakutan itu kita lawan dan baru mulai saat dibangku kuliah. Intinya ya pertama kalinya itu mau mencoba aja, yang pada akhirnya menjadi hobi.

Apakah ada hal lain di luar diri lo yang mempengaruhi untuk memulai backpacker-an ? Seperti sosok orang, film, atau buku yang menginspirasi lo untuk melakukan perjalanan misalnya ?

Awalnya tentu ya dari diri sendiri. Terus kalau film ada deh, yaitu Into The Wild, yaitu cerita tentang seorang laki yang sehabis lulus kuliah dia keluar dari lingkungan selamanya dan menuju alam bebas. Lalu ada film Wild, nah ini pelakunya seorang wanita. Jadi ini gua kasih tau aja kalau backpacking nggakk mengenal gender. Ada juga buku, yaitu, Balada Si Roy. Intinya menceritakan tentang anak SMA yang kalau sudah nyium bau alam memanggil nggakk ada seorang pun yang bakal bisa menghalanginya bahkan ibunya sendiri! Pokoknya kalau kalian suka petualangan, alam dan ransel. Semua yang gua sebutin itu referensi yang bagus. Selamat menikmati!

Dalam satu kali perjalanan lo biasa dengan budget minim, kan ? Berapa biasanya lo bawa uang untuk satu kali perjalanan ?

Nah ini juga kan relatif mas. haha… Soalnya kan tergantung tujuan, oke? Tapi kita mau cerita dikit aja pas planning ke NTT di awal harus bawa 1,5 juta belum termasuk tiket kereta. Tapi di hari H kita cuma ada 600 ribu. Karena kita sudah yakin banget jadi kita tetep berangkat.

600 ribu itu buat apa aja? Untuk beli oleh – oleh buat mantan lha! Plus bertahan hidup selama 17 hari melewati Bali – Lombok – Sumbawa – Dompu – Bima– Labuan bajo – Pulau Komodo – repeat. Pokoknya kalau mau detail mending lo beli zine kita deh. Dapet baju gratis lagi. Harga murah tapi no nego afgan alias sadis. Langsung sikat bor! Tapi jangan harap ada link agen travel terpecaya, tips dapet tiket pesawat murah. Karena zine hanya untuk seorang petualang! Ditunggu kontaknya. Hihi…

Bagaimana lo menyiasati keterbatasan budget ketika jauh dari siapa-siapa ?

Setiap backpacking kita memakai metode hitchhiking atau menumpang bahkan kapal ferry sekalipun. Hehe… Ya itu dia saat kita backpacking. Kita diajarkan caranya bagaimana untuk menghemat budget dalam keterbatasan.

Dalam perjalanan dengan metode hitchhike, seberapa susahnya melakukan itu ? Ada tips yang bisa di share ?

Sebenernya nggakk susah – susah amat sih kalau dalam diri kita sendiri mempunyai jiwa yang  sabar. Pernah waktu di Sumbawa kita nungguin tumpangan di bawah terik matahari, karena nggak ada tempat berteduh) selama 2 jam! Kuncinya harus bersabar karena nggak ada yang susah kalau kita berusaha dan mencoba untuk bersabar, kalau lu orangnya nggak sabaran mendingan sewa jet pribadinya syahrini aja sana.

Tips nya banyak banget sebenernya untuk yang mau memulai hitchhiking. Tapi kalau mau tau tipsnya, sebenernya gua lagi bikin buku kecil – kecilan disitu gua banyak cerita dan kasih tips – tips hitchhiking, mungkin lu berniat untuk membeli dan membacanya, bisa DM instagram kita : jangandiamterusbackpacker.

Untuk melakukan perjalanan, biasanya orang sudah siap dengan segala sesuatunya. Kalau lo sendiri, hal apa saja yang perlu di siapkan ketika mau memulai perjalanan ?

Niat. Semua berawal dari niat dan restu orang tua. Hehe… Kalau lu nggak niat tapi lu tetep jalan, gua jamin perjalanan lu nggak asyik! Setelah niat, tentuin tujuan, survey ini itu, packing lalu go! As simple as that.

(Foto: pribadi)

Selama melakukan backpacker-an ini. Tentu lo menemui banyak situasi dan kondisi beragam. Apa pengalaman hidup yang lo dapatkan ketika melakukan perjalanan ?

Pernah mengalami situasi cukup menegangkan saat di perjalanan. Kita pernah di usir supir angkutan di Lombok, pernah hampir di bacok pas di Malang dan pernah hampir ribut sama supir di Lampung  dan masih banyak lagi tapi di samping itu kita juga bertemu banyak orang yang super duper baik yang kayanya nggak bisa di ungkapin dengan kata – kata. Klise memang tapi begitu lah faktanya. The best banget pokoknya!

Gua cerita singkat aja nih pas di Malang. Hari itu sudah malam gelap gulita tanpa bintang bertebaran di angkasa. Sunyi. Sepi. Jadi kita cari Masjid untuk istirahat karena sudah tutup maka kita cuma duduk di depannya aja. Nggak lama, datang lah si bapak ini, di ajak kita naik motor duduk bertiga gitu kaya chili – chili an. Masuk perkampungan, lalu berhenti karena ada satu gang di tutup sedang ada perbaikan. Tapi disini gua nggak ngerti lagi sama si bapak. Doi f*ck aturan banget, di tebas aja tuh jalan padahal jelas juga ada plang dilarang lewat sedang ada perbaikan. Terus pokoknya semakin ke dalam perkampungan. Tiba – tiba kita di palang sama warga sekitar. Keributan disini sudah terjadi tapi gua nggak ngerti soalnya menggunakan bahasa Jawa.

Tiba – tiba juga kita di seduhin celurit malah sampe nempel ke muka. Untung aja si bapak bisa ngubah suasana. Jadi sebenernya si bapak ini kenal sama bapak – bapak yang lagi kerja perbaikan tadi. Cuma beda RT. Yaudah urusan selesai, udah maaf – maaf an kita malah di giring ke kelurahan pake jalan bebek segala lagi. KTP di tahan gitu aja. Ada apa lagi sih?! Shock juga kita di sangka teroris! Kacau!

Lo kan masih kuliah, bagaimana cara lo membagi waktunya ?

Ya tentu pas lagi ujian. Haha… Lha kok bisa? Jadi waktu ujian kita itu biasanya jedanya lama banget bisa sampe seminggu. Jadi ya liburan colongan gitu. Tapi kalau mau lebih santai sih ya nunggu pas resmi liburan. Itu juga kan tergantung kemana kita pergi dan berapa lama sekiranya.

(Foto: pribadi)

Dengan melakukan perjalanan seperti saat ini. Apakah ada hal yang sedang lo cari ?

Jangan salah,Sebenernya ketika kita backpacking bukan cuman untuk menghamburkan duit atau jalan – jalan nggak jelas yang banyak orang mengira malah menyusahin diri sendiri. Justru dari situ kita belajar tentang pelajaran hidup yang sesungguhnya dan menghargai orang lain, yang tidak sama sekali kita temukan di lingkungan rumah dan kampus kita, karena bagi kita jalanan adalah sekolah, semua orang yang kita temukan dijalan adalah guru.

Maksud dari pengalaman hidup ini apa ya. Asli ini gua aja bingung. Soalnya pengalaman dari perjalanan gua selama ini ya cakupannya luas juga! Dan mungkin lo bisa nemuin dan menyimpulkan jawabannya sendiri di zine kita karena memang kita tulis di situ. Haha… Promosi lagi nih. Kaya nggak bisa di omongin tapi cuma bisa di rasain sama kita yang ngalamin.

Kemana tujuan berikutnya dan kenapa ?

Sebut aja kemana, nanti kita kesitu tapi bayarin, ya? Hahaha

Sebutkan hal yang perlu diperhatikan ketika kita mau melakukan perjalanan ?

Hal yang perlu diperhatikan ketika kita mau melakukan perjalanan yaitu, mental. Ketika kita memulai perjalanan dan membuat planning tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.Disitu lah mental kita di uji bagaimana kita menyiasatinya. Kalau lu gak punya mental untuk itu, jangan coba – coba deh, yang ada nangis bawang lu.

Berani mengambil resiko, pelajari lingkungan sekitar maksudnya lu harus siap banyak bersosialisasi dengan orang penduduk asli. Penting juga untuk memerhatikan lingkungan setempat mulai dari masyarakat, bahasa, etika dan kebiasaan penduduk aslinya. Hormati setiap tempat dan penduduknya lalu belajarlah dari sekitarnya. Amin.

 

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Plataran BNI X-Trail 2017, Oase Bagi Penggila Olahraga Lari

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut