Mooner. (Foto: official)

The Sigit saja sudah bisa membuat rakyat rock terpukau, bagaimana kalau digabung Sigmun dan ditambah The slave ? Entah hasilnya seperti apa, yang pasti akan menjadi supergroup.

Paragraf di atas bukan bentuk mengandai, karena hal itu memang nyata dalam wujud Mooner. Proyek musik yang dibentuk Rekti (the Sigit) dengan menyertakan Absar (the Slave) dan Tama (Sigmun) ke dalamnya.

“Mooner berawal dari ketertarikan mutual terhadap estetika musik latar dalam video skateboard,” tulis keterangan dalam rilis yang kami terima.

Semuanya berawal lima tahun lalu ketika Rekti kembali bermain papan skate dan sering nongkrong bareng Absar. Mereka ingin membuat musik latar untuk video skateboardnya sendiri. Hampir setiap hari Absar mengisolasi diri demi riff gitar lalu tercetus sebuah ide menjadikannya lagu.

Lambat namun pasti, Mooner akhirnya memutuskan untuk menggarap full album pada tahun ini. Selama setahun mereka berada di Red Studio Bandung guna meracik 12 lagu bernuansa heavy rock, layaknya band rilisan Vertigo dan Akarma Records. Atau kalau di bandnya seperti AKA dan Panbers.

Untuk Mooner sendiri, Rekti tidak akan bernyanyi selayaknya di The Sigit. Rekti memilih membidani bunyian distorsi gitar menggunakan bass. Juga menyumbangkan lirik. Oh yah, untuk pertama kalinya juga Rekti menulis lirik berbahasa loh. Selain itu ia juga bertanggung jawab mixing dengan bantuan Avedis Mutter (Rebuilt 40124 Studio).

Absar yang punya kuasa membuat musik dalam album ini dengan gitarnya yang khas stoner rock. Namun para pendengar akan disuguhkan nuansa ketimuran yang berakar dari tanah kelahirannya di kota Padang.

Sementara Tama akan berjibaku lebih keras dengan drumsetnya. Kadang ia akan bermain cepat dan kadang sebaliknya.

Lalu siapa yang akan menjadi vokalis ? Yaps! Marshella Safira (Sarasvati) menjadi pemegang alih departemen vokal. Kehadiran wanita satu-satunya di band ini, dapat mengimbangi heaviness dari musik latar tanpa perlu kehilangan kelembutannya Safira. Aduhai sekali.

Album debut Mooner bertajuk Tabiat akan rilis April 2017 ini melalui label Bhang Records. Pendengar perlu bersabar. Kamipun demikian.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon