Bicara film mana yang bagus tentu akan bicara soal selera. Susah sekali untuk menghamiki selera orang lain, pun memang tidak semestinya. Sebab semua orang punya standar bagusnya sendiri, tergantung referensi yang mereka dapatkan.

Begitu juga dengan film. Seseorang yang terbiasa menyaksikan sinetron, tentu akan cukup dengan film berplot picisan. Bagi seseorang yang senang menonton film festival, maka bisa jadi sebaliknya.

Kami pun punya beberapa film yang menurut kami layak tonton. Film Indonesia yang bagus, namun sayang tidak terlalu mendapat exposure dari masyarakat.

  1. Nay (2015)


Djenar Maesa Ayu adalah orang dibelakang ini semua sebagai sutradara. Diperankan oleh model cantik Ine Febriyanti sebagai Nay. Film ini membahas isu seputar perempuan dengan penyampaian yang unik yakni hanya bermain-main di dalam mobil yang berkeliling kota.

  1. Belenggu (2013)


Saya suka akting Abimana Aryasatya sebagai Elang di sini. Begitu menyeramkan, namun bukan karena dia berperan sebagai hantu. Tidak, Elang bukan hantu. Dia hanya orang yang sering lupa setiap kali melakukan pembunuhan. alur plot film ini cukup bikin mikir. Upi Avianto yang biasa dengan genre kenakalan remaja kini bermain horor psikoogis di sini.

  1. Modus Anomali (2012)


Ini film terbaik di tahun 2012 saya pikir. Alur ceritanya yang saling tumpang tindih sehingga semua asumsi mengenai ending bisa patah begitu saja. Rio Dewanto lumayan di film ini, aktingnya tidak buruk. Modul Anomali adalah film yang membingungkan yang sekaligus epic.

  1. Madame X (2010)


Bagi kalian yang kesulitan menghargai pilihan hidup orang lain, khususnya dalam konteks orientasi seksual, mungkin bisa sesumbar benci dengan film ini. Dan sepertinya Lucky Kuswandi memang tidak memperuntukan film ini untuk kalian. Madame X yang diperankan oleh Aming adalah suara bagi kelompok minoritas. Lebih luas lagi, ajakan untuk saling menghargai satu sama lain.

  1. Jalanan (2013)



Sayang sekali film ini mendapat porsi sedikit di bioskop tanah air, hanya karna genre dokumenter yang diusung. Sejujurnya film ini perlu ditonton masyarakata perkotaan pada umumnya dan juga masyarakat yang mempunyai cita-cita urbanisasi pada khususnya. Sehingga kita semua bisa sama-sama memahami Ibu Kota dari sudut pandang jalanan.

 

  1. Test Pack (2012)


Film ini benar-benar memiliki kualitas tema cerita yang brilian. Entah ada berapa banyak pasangan yang merasakan takutnya kemandulan. Kemunculan film ini seperti mewakili mereka yang merasakannya. Ada satu pembahasan yang lebih penting dari hubungan dua anak manusia yang bercinta ketimbang putus-nyambung suatu hubungan. Film ini, sekali lagi, saya rekomendasikan untuk disimak.

  1. Istirahatlah Kata-Kata (2017)


Kalau kalian setuju dengan Ada Apa Dengan Cinta ? Sebagai film bagus dan puitis. Sudah seharusnya, bagi saya, kalian menyukai film tentang Wiji Tukul yang tidak kalah puitisnya. Pun masih membahas cinta, namun dari perspektif yang lain.

Semua Yang Perlu Diketahui Tentang Djakarta Warehouse Project 2017

Homeshake Akan Menyambangi Jakarta Pada Januari 2018!

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon