Ari Reda. Foto: NN

Sederhananya musik folk selalu diasosiasikan dengan musik rakyat. Dunia sudah lebih dulu kenal Bob Dyan, Violeta Parra dan Alan Stivell. Indonesia pun sudah memiliki Iwan Fals dan Ebiet G. Ade.

Namun sebenarnya masih banyak lagi musisi folk tanah air ketimbang dua nama di atas, yang kemudian membawa angin segar bagi perkembangan scene folk itu sendiri. Ada yang beraroma magis lantaran gandrung dengan isu sosial, ada yang manis terbuai cinta, ada yang bijak bestari dengan lirik yang bikin tentram hati, dan ada lagi yang sekedar guyon.

HangOut akan memberikan beberapa list pilihan, musisi folk yang asyik disimak sembari di perjalanan. Apalagi kalau lagi terjebak kemacetan. Hhhmmmm…

1. Banda Neira
Duo folk Rara Sekar dan Ananda Badudu yang sudah melepas satu buah EP dan LP nih. Mereka adalah proyek iseng yang bertanggung jawab, setidak itu mereka sendiri yang bilang. Alhasil, mereka bisa menjadi salah satu musisi folk yang menjadi bahan buah bibir di penggiat skena independen. Fokus teman mereka pada kehidupan dan segala hal yang menjadi pandemi sosial. Sayangnya duo grup nelangsa ini, sudah memutuskan bubar pertahun lalu. Tapi beruntung saya pernah menyaksikan mereka secara langsung, bahkan di era awal -tepat ketika launching EP di Jakarta.

2. Iksan Skuter
Solois folk berbahaya nih dari Malang. Iksan Skuter namanya tidak mentereng dan bertendensi lucu. Namun kiprahnya sudah ke mana-mana, mulai dari stasiun tv swasta hingga LSM anti korupsi, menjadi tempat Iksan Skuter melampiaskan hasrat dan perspektifnya.

3. Sisir Tanah
Yang satu ini datang dari Bantul. Bagus Dwi Danto adalah di balik proyek ini. Mereka baru merilis single baru “Lagu Bahagia”. Mendengarkan Sisir Tanah seperti tersuntik sebuah balada dan membelalakan mata melihat ironi negeri.

4. Temennya Teteh
Sebenarnya saya malas memasukan trio folk yang ga jelas ini. Tapi apa boleh buat, saya kadung senang mereka. Liriknya jenaka dan kadang sarkas. Menyimak musik mereka, ibarat sedang nongkrong di sudut gang sempit atau tidak, seperti sedang berkumpul bersama dengan warga kosan. Mereka sederhana, tapi tidak juga biasa saja.

5. Silampukau
Sempat memutuskan bubar setelah merampungkan mini album lalu kemudian lanjut dan meledak dengan cepat. Silampukau menyajikan paket diskursu berbagai hal mengenai Surabaya dalam musik mereka. Sungguh band yang layak simak sebab piawai meramu kata dan merampingkan tema besar menjadi ringan di nikmati. Entah, siapapun yang menyukai musik folk, saya yakin setuju jika Silampukau masuk dalam barisan yang terbaik.

6. Ari Reda
Duo Ari Malibu dan Reda Gaudiamo mungkin menjadi penutup yang paling ciamik dari list kali ini. Berkat kepiawain mereka meracik puisi ke dalam tangga nada yang penuh harmonisasi. Membuat Ari Reda pantas dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik dari negeri ini. Selain memang mereka berdua adalah veteran, karena telah eksis sejak 80an.

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Plataran BNI X-Trail 2017, Oase Bagi Penggila Olahraga Lari

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut