Triple A Films menyajikan sebuah suguhan baru bagi industri sinema tanah air yakni The Curse, sebuah film tentang pembunuhan yang terjadi di salah satu negara bagian Victoria di Australia yang tidak biasa. Sebab sutradara Muhammad Yusuf mencoba mengkombinasikannya dengan mistis a la Asia, yang menurutnya tidak mudah dilakukan.

“Film The Curse menjadi pengalaman yang sangat luar biasa berkesan. Karena untuk pertama kalinya saya harus mencoba untuk sedekat mungkin dengan realita kasus kriminalitas di Australia dan membalutnya dengan budaya mistis Asia. Ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena keseluruhan adegan harus dapat dirajut menjadi satu kesatuan cerita yang masuk akal dan dapat dinikmati baik penonton Indonesia maupun luar negeri,” Ujar Muhammad Yusuf.

Diperankan oleh Prisia Nasution sebagai tokoh utama bernama Shelina, yang merupakan seorang pengacara yang sedang menghadapi kasus pembunuhan yang menimpa Lienn (Shareefa Daanish). Upaya Shelina dalam mengungkap kasus pembunuhan, membawanya pada pengalaman spiritual yang tidak pernah terbayangkan. Perlahan Shelina didatangi roh halus yang entah tujuannya untuk apa. Berniat membantu, Putri (Lia Waode) -sahabat Shelina, menyarankannya untuk mendatangi sebuah paranormal. Hingga akhirnya petualang seru dunia kasat mata bisa dirasakan oleh Shelina.

Mengambil lokasi syuting di Australia, ternyata The Curse ini memang menjalin kerja sama dengan pihak Pemerintah Negara Bagian Victoria. Resika Tikoalu selaku produser mengatakan bahwa ini adalah langkah pertama bahkan satu-satunya dalam industri film horror Indonesia mampu bekerja sama dengan negara lain.

“Film ini akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda kepada para pencinta film horor Indonesia karena para penonton tidak hanya akan dibawa pada suasana mencekam atas misteri pembunuhan namun juga dimanjakan dengan pemandangan cantik dan keindahan alam dari Negara Bagian Victoria, Australia,” jelas Resika Tikoalu.

Premier screening The Curse akan diselenggarakan di Melbourne, Australia pada tanggal 19 April 2017 dan dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Australia, perwakilan organisasi pendidikan dan sosial budaya Australia-Indonesia, perwakilan media, sutradara, produser serta seluruh cast & crew pendukung di Melbourne.

Sementara Premier Film di Jakarta akan dilakukan pada tanggal 26 April 2017, dan dirilis serentak di jaringan bioskop Indonesia pada tanggal 27 April 2017.

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut