Photo source: Brightwater Scuba

Saat ini banyak orang (dan mungkin kamu salah satunya) melirik diving atau olahraga menyelam sebagai hobi baru mereka. Normalnya sih, orang akan diving saat pagi atau siang hari, di mana mereka masih bisa menjumpai sinar matahari yang akan membantu pencahayaan di dalam laut sana. Tapi, kalau kamu ingin sesuatu yang lebih menantang, mungkin inilah saat yang tepat untuk mencoba night diving. Yup, diving saat malam hari!

Menurut Eric Douglas, pengarang buku berjudul Scuba Diving Safety sekaligus diving expert, night diving adalah kegiatan yang istimewa. Jika saat siang hari para penyelam bisa melihat pemandangan bawah laut dengan leluasa, maka akan berbeda saat mereka melakukannya pada malam hari, di mana mereka hanya dapat menikmati area yang terpapar sumber pencahayaan yang mereka bawa saja. Tentunya hal ini menuntut si penyelam untuk menyelam secara perlahan, lebih fokus dan berkonsentrasi pada area tersebut. Ugh, can you imagine that?

Nah, kalau kamu tertarik untuk mencoba night diving, perhatikan beberapa tips dari Eric Douglas yang bisa kamu simak berikut ini:

  1. Lengkapi peralatan

Selain keperluan utama menyelam, hal kecil yang juga tidak kalah penting untuk dipersiapkan adalah senter sebagai sumber pencahayaan di bawah laut. Biasanya penyelam akan membutuhkan dua jenis senter, yaitu primary light dan backup light. Untuk primary light ukurannya lebih besar dan lebih terang dibandingkan dengan backup light, tergantung pada kejernihan air laut. But, if the primary light doesn’t work, it’s time to end your night diving or you’ll end up down there.

  1. Kenali spot

Sebelum melakukan night diving, apalagi untuk pemula, kenali terlebih dahulu spot diving dengan cara menyelaminya saat siang hari. Dengan begini, penyelam akan memahami tata letak spot dan bisa beradaptasi dengan keadaan sekitar, sehingga menyelam saat malam hari menjadi lebih nyaman.

  1. Mulailah saat senja

Waktu terbaik untuk memulai night diving adalah saat senja, di mana masih ada sedikit sinar matahari yang merasuk ke bawah laut. Keuntungan lain yang bisa didapatkan adalah penyelam dapat melihat makhluk bawah laut berganti “shift”, yaitu saat di mana binatang malam mulai muncul menggantikan binatang yang biasanya muncul di siang hari. That’ll be great, right?

  1. Stay close and shallow

Saat malam hari keadaan di bawah laut akan lebih gelap, so jangan lupa untuk selalu memperhatikan kedalaman penyelaman, ya! Usahakan untuk tidak menyelam terlalu dalam, karena jarak pandang di bawah sana tidak akan lebih dari 3 meter, berbeda dengan saat siang hari di mana jarak pandang bisa mencapai 20 meter. You better watch out!

  1. Know the signals

Komunikasi tentunya sangat penting, apalagi saat night diving. Para penyelam biasanya memiliki sinyal atau kode yang mereka pakai di bawah sana. Maka, sangat penting untuk membuat sinyal yang mudah dipahami oleh masing-masing penyelam. Hindari untuk mengarahkan senter ke mata penyelam lainnya, karena hal tersebut dapat mengganggu penglihatannya di malam hari.

  1. Jaga baik-baik sumber pencahayaan

Keadaan di bawah laut saat malam hari akan sangat gelap, maka jagalah dengan baik sumber pencahayaan yang ada. Pastikan kalau senter terikat dengan baik di pergelangan tangan agar tidak terjatuh. Ingat, senter bukanlah benda yang dapat mengapung, jadi jika terjatuh maka akan sangat susah bahkan tidak mungkin untuk mendapatkannya kembali.

  1. Mark the way home

Sangat penting untuk menandai jalan pulang menuju permukaan dan kembali ke kapal. Gunakan cahaya untuk menandainya, dan pastikan bahwa kapal dilengkapi pencahayaan yang cukup dan mudah ditemukan saat kembali ke permukaan.

  1. Have fun!

Have fun is the key of everything! Termasuk salah satunya saat night diving. Usahakan untuk rileks dan nikmati setiap jengkal saat menyelam, karena jika penyelam panik saat berada di bawah laut hanya akan menghabiskan oksigen dan bisa membahayakan nyawa mereka sendiri. Rasa was-was dan takut sangatlah wajar, tapi percayalah bahwa kita akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan sesaat setelah berhasil mengatasi rasa cemas ini.

                     Source: media.giphy.com

Face the fear and be ready for an exciting and unforgettable moment in your life!

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon