Ilustrasi. Sumber: NN.

Bagi yang tinggal dan hidup di kota besar seperti Jakarta, pasti akrab dengan kemacetan yang terjadi. Hampir setiap hari dan menit, gerak-gerik kita jadi terkungkung lalu lintas. Hal yang kemudian menjadi biasa dan bisa dimaklumi. Pun ada yang ngedumel soal kemacetan Jakarta, kemungkinannya orang itu baru pindah entah dari mana.

Bagaimana tidak mau macet, setiap tahunnya jumlah kendaraan di Indonesia kian bertambah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dari 2003 hingga 2013 jumlahnya meningkat 7,7 juta unit pertahun. Bayangin coba gimana nggak mau macetnya ?

Tapi semua bisa disikapi dengan santai. Nggak perlu juga dikutuk terus menerus. Semua pasti ada hikmahnya. Setidaknya kemacetan tidak selalu berdampak buruk, nyatanya karena terjebak di tengah lautan kendaraan itu, hal ini bisa dilakukan.

Note: ada hal yang tidak bisa kamu lakukan!!!

  1. Daripada Kesal Bikin Laper Mending Sarapan

Ketat dan cepatnya siklus kehidupan di Jakarta mau tidak mau, membuat masyarakatnya harus cerdas dalam menyikapi kehidupan. Tidak taktis mengatur waktu, bisa berakibat fatal, seperti memulai aktivitas tanpa sarapan, misalnya.

via GIPHY

Kalau memang sarapan di rumah, bisa memakan waktu banyak. Siapkan makanan yang praktis dan bisa disantap di mana saja, seperti misalnya roti, pisang, atau yang Indonesia banget, lontong dan lemper.

Kemacetan bisa dijadikan waktu untuk sarapan deh. Sambil menunggu laju kendaraan yang bergerak lamban, pelan-pelan kita habiskan bekal bawaan. Setidaknya lambung terisi, andaipun kalau mau marah-marah karena macetnya yang lama sekali, kamu punya energy banyak. Tapi yah kalau bisa, sehabis makan jangan marah-marah. 😀

  1. Berinteraksi Dengan Orang Terkasih

Untuk kalian yang perantauan, pasangan LDR, atau jomblo garis keras yang hendak merubah statusnya. Momentum terjebak macet itu bisa disulap sebagai kesempatan untuk membangun interaksi. Ambil smartphone langsung deh hubungi orang tua, pacar, atau gebetan. Sekedar tanya kabar dan mempererat tali silahturami. Itu lebih baik daripada kamu mengutuk pengguna jalan lain yang sembrono.

Kalau yang sudah menikah dan tinggal seatap dengan orang tua, coba hubungi mertua saja. Yah, hitung-hitung mengintimkan hubungan.

  1. Waktu Yang Tepat Menamatkan Buku

Beli buku pas Big Bad Wolf Books 2017 kemarin banyak banget, karena kalap lihat harganya. Eh tapi, nggak punya waktu untuk baca. Pulang kuliah, malah ngerjain tugas dan rapat organisasi. Sekalinya ada waktu luang, enaknya dipakai leyeh-leyeh, tidur seharian. Akhirnya buku jadi pajangan kamar dan feed Instagram.

Nah, durasi kemacetan di Jakarta yang bisa menjebak orang selama 15 menit sampai 2 jam lebih itu, bisa kamu gunakan untuk menghabiskan seluruh halaman yang ada di buku favoritmu itu. Salah satu aktivitas berfaedah dalam situasi yang maha-menyebalkan, bukan?

  1. Memainkan Games Baru

Sarapan sudah, komunikasi dengan orang terkasih lancar, bukupun sudah habis dibaca juga. Kalau gitu, coba buka bima+ (sebuah apps karya anak bangsa yang menawarkan keseruan) dan download games yang seru di sana. Tidak hanya games, kamu bisa mendengar musik dan menonton film di bima+. Bahkan bisa chatting dan nelfon gratis sesama pengguna. Untuk mendapatkan keseruan itu, kamu tinggal perlu download di Google Play Store. Coba deh!

  1. Berkontemplasi

Kemacetan Jakarta yang sebegitu menyebalkannya dan nyaris seperti alat pemotong tubuh otomatis yang siap menerjang kita. Bisa berubah menjadi hal yang kaya manfaat jika kita bisa mengatasinya dengan bijak. Merubah hamparan kendaraan yang riuh itu menjadi, medium berkontemplasi mengenai kegagalan yang terjadi dalam hidupmu dan merumuskan jalan keluar untuk kembali bangkit. Semoga semuanya menjadi leih baik lagi.

Sebetulnya banyak yang bisa kamu lakukan ketika terjebak dalam kemacetan, lima hal di atas adalah sedikitnya saja. Mungkin kamu bisa menambahkannya ? Tulis pada kotak komentar yang tersedia di bawah.

O.. tapi ada hal yang tidak bisa kamu lakukan jika terjebak dalam kemacetan.

  1. Merubah Khendak Tuhan Untuk Tidak Kena Marah Boss

Para pegawai mungkin sudah mafhum dengan ini, bahwa boss itu seperti kepanjangan tangan tuhan di kantor, yang bahkan bisa tau berapa jumlah denyut nadi kamu perdetiknya. Dan, boss seakan memiliki hak prerogratif dari tuhan dalam menentukan keputusan salah dan benar seorang pegawai.

Nah, karena sebegitu saktinya seorang boss di kantor. Biasanya mereka tidak mau tau alasan kenapa kamu bisa sampai telat, apalagi kalau cuman karena terjebak kemacetan Jakarta yang mereka pikir lumrah. Bossmu akan sesumbar, “Makanya berangkat lebih pagi.”, “Jangan lewat jalan sana.”, atau yang menyebalkannya lagi, “Pindah rumah yang dekat kantor!”

via GIPHY

Jadi, seberapa kuat upayamu untuk menyamankan posisi dalam situasi terjebak kemacetan. Tetap saja, kamu tidak akan bisa lepas dari marah boss kalau telat, apalagi terlalu sering. Pastikan, kamu tidak telat.

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Berkumpulnya Layang-layang Dunia di Sanur International Kite Festival 2017

Plataran BNI X-Trail 2017, Oase Bagi Penggila Olahraga Lari

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut