Source: Riung Senja

Pada 2017 ini Indonesia memasuki usia ke 72 tahun pasca kemerdekaan. Pembangunan infastruktur terjadi begitu pesat di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, dan Bali. Namun perkembangan fisik tersebut tidak berbarengan dengan pembangunan mental, salah satu poinnya ialah menurunnya minat baca masyarakat Indonesia. Pada 2016 lalu, UNESCO merilis angka 0,001 persen untuk minat baca masyarakat Nusantara ini. Biro Komunikasi Layanan Masyarakat (BKLM) menyatakan Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara, soal minat baca.

Tragis ?

Sepertinya bisa dibilang begitu.

Namun kita turut berbangga hati, karena masih ada segelintir pihak yang mengupayakan minat baca di Indonesia meningkat. Salah satunya dengan maraknya perpustakaan berbasis mandiri yang dijalani oleh berbagai kelompok pemuda. Mulai dari mahasiswa hingga komunitas punk. Berbondong-bondong menyuguhkan beragam literasi secara cuma-cuma untuk masyarakat sekitar di kotanya masing-masing.

Sebuah movement yang perlu diapresiasi dan didukung.

Berikut ini daftar perpustakaan jalanan yang ada di sejumlah kota.

via GIPHY

  1. Perpustakaan Jalanan Bandung
Source: Perpustakaan Jalanan Bandung.

Aktivitas ini bermula dari tiga orang mahasiswa yang lebih senang menghabiskan waktunya di luar ruang kelas ketimbang sebaliknya. Di mulai sejak 2010 bertepatan dengan event Car Free Day mereka mulai menyuguhkan beragam koleksi buku yang mereka punya kepada khalayak yang hadir. Namun kalian kini bisa menemukan mereka di Taman Cikapayang, Dago setiap Sabtu pukul 16.00 WIB.

  1. Perpustakaan Jalanan Banjaran

Satu ini hampir mirip-mirip seperti yang ada di Bandung. Grup otonom pemilik jargon “Bacalah, beri makan jiwa dan otakmu!” ini hadir setiap Minggu di alun-alun Banjaran, Bandung setiap pukul 08.00 WIB.

  1. Taman Baca Binar

Sekelompok pemuda asal Cipanas yang bergotong royong menjalankan sebuah rumah baca untuk masyarakat sekitar. Dalam movementnya mereka cukup intens dengan mengadakan kegiatan seperti nonton film ke SD yang ada di sekitar wilayah domisili, kelas Bahasa Inggris, perpustakaan jalanan di depan Istana Cipanas, pameran art, dsb.

Kunjungi Taman Baca Binar di Jln. Raya Sindanglaya No. 289 Cipanas

  1. Ranah Baca

Ranah Baca hadir secara nomaden, mereka menghuni tempat-tempat asyik tak terduga di kota Garut untuk kemudian disulap menjadi kelas belajar tanpa dinding dan atap. Dengan semangat “Perkaya ilmu, perbanyak silahturami!” Ranah Baca termasuk mumpuni dalam mengorganisir perpustakaan otonom dengan serangkaian kegiatan di dalamnya. Salah satunya pembacaan puisi dan bermain permainan tradisional dengan anak-anak sekitar. Saat ini mereka menggelar lapak literasi setiap Minggu di Perkebunan The Dayeuh Manggung, setelah sempat pula hadir di Car Free Day Garut.

  1. Riung Senja
Source: Riung Senja.

Sekelompok pemuda pemudi masyuk dengan buku-buku yang dominannya khusus anak di Stasiun Depok Baru. Mereka selalu mengisi salah satu bagian arah mau ke ITC Depok setiap Sabtu siang. Posisi mereka sangat strategis untuk di jangkau karena bisa dengan apa saja: kereta api, bis kota, ataupun kendaraan pribadi sekalipun.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon