Saturday Night KAraoke berbagi panggung di salah satu tempat di Jepang. Foto: Official.

Nama Saturday Night Karaoke entah kenapa tidak berdengung kencang di telinga para penikmat musik (katakanlah) sidestream domestik. Saya juga bingung sih, kenapa band model SNK ini bisa kurang begitu terdengar, khususnya di scene punk rock lokal sendiri. Secara musikalitas mereka mumpuni, selain memang enerjik dan riff gitarnya selalu menyegarkan. Selalu bisa menarik orang sing along dan moshing dalam pit.

Tapi yah gitu, SNK meski sudah berdiri dari 2005 silam, pamornya kalah sama band beraliran sejenis yang mungkin baru berdiri lima tahun setelah mereka (dan sialnya butut tapi laku!). Perlu riset mendalam memang untuk menemukan penyebab itu semua.

Tidak begitu terdengar di dalam, berbeda cerita jika di luar. Kalau di Indonesia sendiri nama SNK terkesan segmented. Biarpun begitu, gaung trio asal Bandung ini sampai ke mancanegara. Lihat saja album mereka SLURP! itu rilis di Jepang tahun 2015 lalu melalui label SP Records. Menjadi opening act untuk Lemuria di Jakarta, dan terakhir pada Maret 2017 kemarin mereka baru saja menyelesaikan tur ke Jepang yang di lakukan secara mandiri. Kalian nggak mengirim proposal ke Bekraft gitu ? :p

Beberapa teman-teman Jepang yang menyambut kedatangan SNK. Foto: Official.

Tuh kan, band model SNK ini semestinya, menurut saya, sudah punya jadwal manggung di dalam negeri yang superpadet. Misalnya kayak Pennywise yang bisa setahun nggak pulang karena sibuk tur keliling Amerika Serikat, sampai anak-istrinya pada rindu.

Selain memang musik mereka menyajikan tradisional pop punk yang a la Descendents, Screeching Weasel, The Ergs, dsb, yang memang nikmat sekali untuk seru-seruan di lantai moshpit. Band ini produktif sekali, selain memang pernah hiatus di periode 2008. Namun kini selalu ada saja yang mereka keluarkan baik single, mini album, ataupun full album. Entah yang format digital, dan fisik. SNK produktif sekali.

Terakhir mereka mengeluarkan single sekaligus video music untuk lagu “Bertemu” di Februari lalu. Yang menampilkan satu karakter gadis pelajar a la Jepang gitu, sambil bermain gitar di berbagai tempat. Konsep yang menggemaskan.

Kini, mereka kembali mengeluarkan hal yang baru lagi. Semacam oleh-oleh dan upaya pamer pernah tur ke Jepang. Tapi memang harus pamerlah. Apalagi kalau keren. Music video berjudul “Starry Night” berlatar belakang aktivitas panggung SNK selama berada di negeri matahari terbit.

Sampai sekarang saya memilih bingung aja, kenapa band seperti SNK belum jadi headliners di sebuah event besar yang booming sekarang di kota-kota utama. Entah bandnya yang menolak untuk naik satu tangga lebih tinggi dengan audiens yang lebih banyak, atau memang exposure yang dilakukan oleh penggiat musik lokal yang biasa saja. Ya, cobalah para event organizer, sering-sering di undang band ini ke acara kalian. Bukan sebagai upaya melestarikan jargon Support Your Local Band yah! Tapi memang musik SNK itu perlu didengar banyak orang, bagi saya malah, semua orang Indonesia perlu tau.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon