Saya pikir tren folk telah berakhir setelah Payung Teduh semakin berjalan datar, Bandaneira memutuskan bubar, Float masyuk berkemping ria. Ternyata tidak. Denyut folk masih berdetak, walau tidak kentara. Di beberapa kota, masih bisa dirasa keberadaannya. Termasuk di Bandung yang kedatangan Seiring Waktu Berjalan (SWB), unit folk/pop bernuansa vintage yang beranggotakan Yolan pada vokal, Panca pada gitar dan vokal, Reza pada gitar, Yossi pada saxophone, dan Aldy di drum, yang sah berdiri sejak 2013 silam.

Secara musikalitas mungkin tidak banyak yang SWB tawarkan, mereka bermain manis selayaknya unit pop dan tenang semestinya folk band. Sesekali sentuhan jazz meruak, manakala Yossi meniupkan “alat perang”nya. Lantunan vokal Yolan yang sedikit tebal bersanding dengan vokal Panca yang lumayan kering, menjadi komposisi yang tidak berlebihan.

SWB terus mengguratkan nasibnya di belantika musik Indonesia melalui single-single yang telah mereka keluarkan berkala. Baru pada April 2017, sebuah debut album bertajuk Sedang Rindu dilepas kepada khalayak luas. Berisi enam buah lagu yang mereka garap sejak setahun sebelumnya. Sebagai perkenalan sebuah teaser disuguhkan melalui soundcloud resmi mereka.

Yang unik bagi saya, proses produksi packaging album tersebut. Di mana para personil langsung yang mengerjakannya, mencipta kriya yang indah demi bungkusan karya mereka.

Untuk kalian yang kehabisan soundtrack jatuh cinta atau butuh backsound pacaran yang baru, coba dengarkan SWB. Masukan mereka dalam playlist kalian. Niscaya, ketentraman bersama kalian.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon