Foto: Filosofi Kopi the Movie.

Nafas Dewi ‘Dee’ Lestari selaku penulis cerita pendek Filosofi Kopi telah tamat dalam sekuel film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Denyut ceritanya tak lagi lanjut berakhir pada 2015 lalu. Di lain sisi, karakter ciptaannya yakni Ben dan Jody justru bernasib sebaliknya. Hidup mereka bebas dan memiliki khendak penuh atas jalannya sendiri tanpa Dee.

Namun hal tersebut justru membuat Dee lega dan tidak merasa lagi terbebani. Pun begitu, dia turut bahagia karena ternyata karyanya satu ini bisa bernafas lebih panjang dengan segala macam gubahannya. Adalah Angga Dwimas Sasongko, Jenny Jusuf, dan M. Irfan Ramli yang bertanggung jawab atas semua eksplorasi yang terjadi pada ranah Filosofi Kopi saat ini. Sesuatu yang saya katakan menghasikan alur yang lebih kaya dari Filkop pertama.

Dalam Filosofi Kopi 2: Ben & Jody membuat kita semua sadar betapa egoismenya dua karakter utama Ben dan Jody selama ini. Setelah pada Filkop sebelumnya mata kita ditutup oleh serangkaian ambisi mereka berdua dalam menuai sukses sebagai penjual kopi dan perjuangan keluar dari utang keluarga, yang berakhir decak kagum nan mempesona.

Namun pada Filkop kali ini sifat ambisius mereka berdua yang perlahan menggerogoti. Nyaris ambruk, jika saja mereka tidak lekas sadar bahwa bukan hanya mereka berdua yang berhak memiliki mimpi, para barista yang ikut bersama merekapun demikian, berhak atas mimpinya sendiri.

Filkop kali ini juga yang membuat kita sadar bahwa persahabatan antara Ben dan Jody rekat karena ambisi. Khususnya Ben yang di jika disimak lebih saksama justru membosankan dan menyebalkan dengan sikapnya yang dominan serta meledak-ledak, dan berlindung dibalik berbagai perspektifnya mengenai kopi. Beruntungnya ini hanyalah karakter fiktif.

Foto: Filosofi Kopi the Movie.

Lagi-lagi hubungan dua orang ini nyaris ambruk, sebelum akhirnya mereka menyadarinya. Ben menyadarinya, begitu pula Jody. Dampaknya adalah mereka menjalani lakon hidup yang baru. Tentu dengan ambisi yang digenggam dan dibawa masing-masing. Menyisakan persahabatan yang kali ini rekat oleh kenangan dan kerinduan.

Belum lagi hubungan percintaan kompleks yang terjadi di Filkop kali ini. Kehadiran dua karakter baru yakni Brie (Nadine Alexandra) dan Tarra (Luna Maya) mengejawantahkan lika-liku cerita yang mendebarkan. Di sini kita akan melihat bagaimana cepatnya transisi cinta seseorang dari satu hati ke hati yang lainnya. Lucunya proses transisi tersebut cukup unik, bukan karena perselingkuhan, tidak direstui keluarga, atau hal picisan lainnya. Permainan hati antara empat karakter utama di film ini bernuansa politis, yang membuat siapapun akan terenyuh.

Akhirnya ada dua momentum yang bisa ditarik dari Filkop yakni tamatnya Dee dan rekonstruksi ambisi Ben & Jody. Belum ditambah dengan percikan percintaan kompleks serta beragam lokasi yang memanjakan mata. Filkop bersetting di beberapa tempat seperti Jakarta, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan Toraja. Tentu lokasi terakhir adalah juaranya. Hal tersebut yang membuat Filkop kali ini lebih kaya dari versi Dee sebelumnya.

Oh itu semua belum termasuk beberapa lagu yang menjadi soundtrack di Filkop kal ini. Yang membuat semuanya menjadi satu kesatuan yang menarik disimak. Sebab lagunya merepresentasikan adegan demi adegan.

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody penuh gejolak dan kejutan. Bagi yang ingin merasakannya sendiri bisa datang ke bioskop terdekat pada 13 Juli mendatang.

 

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon