Bertepatan dengan Dirgahayu ke-72 Republik Indonesia, band asal Jakarta, Hightime Rebellion merilis debut album mereka bertajuk Neurobic.

Band yang terbentuk sejak 2012 ini, mengaku terinspirasi oleh buku Lawrence C. Katz berjudul Keep Your Brain Alive untuk memberi judul Neurobic pada album mereka.

“Kebetulan saja baca buku itu pas lagi mau kasih judul album. Buku itu tentang senam otak
supaya berumur makin panjang; kami berharap musik dalam album ini juga memiliki manfaat yang sama,” ungkap vokalis Miyane Soemitro.

Selain itu diakui pula bahwa ternyata album Neurobic ini telat rilis. Dalam proses produksinya terjadi penundaan sebab beberapa faktor internal juga eksternal yang terjadi dari 2014 hingga 2016.

Ditambah lagi pada 2016 lalu, band ini sempat memutuskan vakum lalu mereka memutuskan untuk kembali melangkah dengan formasi baru.

“Akhirnya pada 2016 lalu kami sempat merilis album mini FREQ yang berisi tiga lagu. Dalam album mini tersebut kami sangat menikmati proses rekamannya; mulai dari workshop, bertukar ide dengan teman-teman produser, hingga merilisnya. Setelah tidak dihantui dengan rasa tidak puas dan segala hambatan dalam album Neurobic, kami akhirnya memutuskan merilisnya pada 17 Agustus 2017,” jelas gitaris Rendy Surindrapati.

Album Neurobic berisi sebelas lagu dengan nuansa funk, pop, dance hingga psikedelia yang dibalut lirik bernuansa gelap: kebingungan, penghiburan, kepenatan, dan perjuangan.

Album penuh ini sudah bisa didengarkan melalui berbagai layanan musik streaming, salah satunya adalah Spotify. Rencananya, album tersebut juga akan dirilis dalam format CD pada beberapa bulan mendatang.

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut