Kabar gembira bagi kalian para pecinta kuliner di Indonesia, tak lama lagi sejumlah produsen makanan dari Taiwan akan segera meramaikan pasar Indonesia, dengan produk-produk mereka yang berkualitas serta tersertifikasi halal.

Dalam acara ‘2017 Taiwan Halal Products Trade Mission to Southeast Asia’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (28 Juli 2017), Director of Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) Jakarta, Danny Liao mengatakan saat ini ada 11 perusahaan yang berkunjung ke Indonesia.

“Dengan tujuan untuk memperkenalkan berbagai ragam pilihan minuman, saus, produk kedelai, makanan laut, makanan ringan, dan lain lain. Untuk acara ini kami lebih berfokus buyer to buyer, intinya mencari distributor,” kata Danny.

Dia pun mengungkapkan, bahwa sertifikasi halal menjadi tolak ukur pertama bagi pengusaha makanan Taiwan, untuk dapat memasok produknya ke Indonesia. Pasalnya, populasi masyarakat Indonesia berada di urutan keempat di dunia.

“Yaitu mencapai 250 juta orang dan termasuk salah satu negara terbesar di pasar Asia Tenggara, dimana populasi Muslim mendekati 90 persen dari populasi negara ini. Karena itulah, pembelian produk halal tidak dapat dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Lebih lanjut Danny mengungkapkan, sebenarnya produk-produk makanan dari 11 perusahaan yang ikut serta dalam ‘2017 Taiwan Halal Products Trade Mission to Southeast Asia’, sudah mendapatkan sertifikasi halal dari otoritas di Taiwan.

Akan tetapi, untuk dapat masuk ke Indonesia tentu harus mendapatkan sertifikasi lagi dari otoritas yang berwenang, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI). Oleh karena itu, TAITRA akan membantu para perusahaan tersebut untuk memperoleh sertifikasi tersebut.

“Jadi yang disana (Taiwan) sudah dapat (sertifikasi), tapi disini harus mengajukan sertifikasi lagi baru bisa dijual di Indonesia. Setiap tempat memiliki kriteria (halal) yang berbeda. Di Malaysia pun berbeda dari Taiwan. Memang standarnya berbeda, enggak semuanya sama,” tutur dia.

Ditemui ditempat yang sama, Marketing Specialist of Asoka International Co., Ltd., Sonia Chen mengungkapkan bahwa ini pertama kalinya mereka mencoba memasarkan produk makanan dan minuman kesehatan mereka ke Indonesia.

“Produk belum masuk Indonesia. Ini pertama kali kesini untuk melihat pasaran di Indonesia. Keluarnya sertifikasi halal produk kami masih dalam proses melalui MUI. Akan tetapi di berbagai negara seperti di Malaysia dan Taiwan, sertifikasi halal sudah ada,” ucap Sonia.

Dia lantas memastikan, bahwa produk-produk Asoka seperti Royal Jelly Powder, Quinoa instant drink powder, Probiotics Assorted Vegetable and Fruit Enzyme, dan lain sebagainya, aman untuk dikonsumsi umat muslim di Indonesia.

“Asoka adalah produsen makanan yang berhubungan dengan kesehatan. Berbahan organik, tidak mengandung zat yang merusakan badan. Semua dari tumbuh-tumbuhan, tidak mengandung hewani, serta tidak ada bahan pengawet atau pewarna makanan,” jelasnya.

Hal senada juga dinyatakan oleh General Manager of Tsan Yu Yen Food Co., Ltd., Michael Lee. Dimana produsen biskuit dan camilan ini menegaskan bahwa produknya aman dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim.

“Kami optimis bisa memasarkan produk di Indonesia, karena dalam produk ini berbahan dasar organik, tanpa pengawet dan aman untuk kesehatan. Rasa yang terkandung dalam biskuit kami didapat dari gula maltosa, yang aman untuk dikonsumsi,” tukas dia.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon