Lightning Mcqueen turun ke arena balap Piston Cup lagi. Setelah terakhir kita semua melihatnya pada 2011 silam. Dalam Pixar’s Cars 3 kali ini, Mcqueen masih menjadi sorotan berkat kecepatannya serta ketangkasannya menjuarai perlombaan. Namun tak bertahan lama.

Kiprah Mcqueen diuji oleh datangnya pembalap-pembalap muda, dengan kecanggihan yang melebihi dirinya. Para pembalap muda tersebut dilengkap desain aerodinamis dan teknologi mutakhir. Membuat Mcqueen tergopoh-gopoh untuk menyusulnya.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan hebat bagi Mcqueen. Meracuni pikirannya untuk bisa mengembalikan tahta juara dalam kemudinya. Rasa takut dan kecemasan menjadi teman setia Mcqueen di film kali ini.

Mcqueen terpaksa harus dilatih oleh Cruz Ramirez, mobil yang ternyata justru mengidolakannya. Berbagai metode latihan terkini dijalani Mcqueen, namun mental begitu saja. Sebabnya Mcqueen tak terbiasa dengan seantero cara dan perangkat latihan yang Ramirez tawarkan.

Hingga akhirnya Mcqueen menyadari bahwa potensinya sudah tidak lagi mumpuni sebagai pembalap. Dia kepalang pesimis, menyikapi pembalap muda yang dinamis. Kondisinya berbalik, Mcqueen akhirnya yang menyerahkan tahta raja arena pada Ramirez yang diam-diam mendambakan menjadi pembalap.

Pixar’s Cars 3 bercerita soal ego dan mentorship yang dibalut dalam konteks regenerasi di arena balap. Sungguh sesuatu yang mendebarkan sekaligus mengharuskan, bahwa ternyata karir Mcqueen diterpa realita. Lebih dari itu film ini memberi pelajaran mengenai arti hidup bagi orang dewasa pada khususnya.

Brian Fee masih menjabat sebagai sutradara di Pixel’s Cars 3, dibantu oleh Reher dan Warren. Cars 3 masih tayang di bioskop Indonesia sejak tanggal 16 Agustus 2017 kemarin. Sungguh tayangan yang lacak tonton.

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Justin Bieber Gelar Konser di Singapura 7 Oktober Mendatang

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon

Photo Gallery: Belvedere Playground The Debut