Membicarakan trio yang satu ini menerbitkan kesan dalam pikiran masing-masing khalayak. Entah kegelisahan seseorang kepada kekasihnya, pertanyaan-pertanyaan yang enggan surut, perasaan yang terus bermain, sisi romantis, kesan misterius, bahkan mungkin seksi dan menyenangkan.

HMGNC. Dalam lima belas tahun eksistensinya, masih ada dan setia. Tujuh tahun hibernasi untuk album penuh termasuk dua tahun hiatus sepenuhnya tak menghalangi Amandia Syachridar (Vocal), Dina Dellyana (Synth/Programming), Grahadea kusuf  (Synth/Programming) dalam berkarya. Tahun ini, apa yang dinanti akan segera tiba. HMGNC menjadi nama yang sama untuktitel album utuh teranyar kelima ini. Pemilihan judul eponymous “HMGNC” untuk album ini menandakan sebuah pembaruan, pergantian arah, atau bahkan kembali ke warna musik HMGNC di awal mula kehadiran mereka sebagai Homogenic. HMGNC menghadirkan “Self Titled”sebagai warna baru tanpa harus membiaskan warna lama yang telah menjadi identitas dari HMGNC sendiri.

Proses kreatif album kelima ini banyak dikerjakan di studio kamar(Home Production) yang akhirnya membuat Dina, Manda, dan Dea merasa bebas bereksplorasi tanpa ada batasan-batasan yang selalu menjadi penghalang ide dan kreatif mereka. Secara produksi, meski hampir semuanya dikerjakan di studio kamar, album ini lebih banyak porsi analognya dibandingkan album-album sebelumnya dan banyak eksperimen dari sisi nuansa musik juga sound. Hampir semua materi di album ini dirombak berulang kali agar bisa menyampaikan maksud dan rasa dari lagu-lagunya sesuai yang diinginkan. Dan ini menjadi alasan mengapa HMGNC mempunyai duaversidari single yang pernah dirilis sebelumnya (Today and Forever, Memories That Last a Dream, This To Shall Pass), dan ada satu “Fundamental” version yang merupakan versi awal sebelum dirombak menjadi aransemen yang lebih upbeat. Proses mixing semuanya dikerjakan oleh Dea di studio kamarnya, dan mastering dikerjakan oleh StarDelta Mastering (UK), yang merupakan tempat mastering yang biasa mengerjakan rilisan-rilisan artis elektronik terbaik Inggris raya, seperti PMR Records sampai Hospital Records.

Single pertama yang dirilis di album ini yaitu berjudul “Buka Hati Buka Kembali”, lagu ini sengaja dipilih sebagai single karena merupakan transisi Homogenic menjadi HMGNC. Liriknya bercerita tentang perjalanan Homogenic yang sudah sekian lama melalui berbagai fase kehidupan sehingga sampai pada titik dia harus berubah menjadi HMGNC karena fase Homogenic sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan para personil HMGNC. Dari kutipan lirik jelas tersirat pesan ini “Sejenak, Berhenti Lihatlah Yang Sudah Berlalu Terasa Jauh Kita Melangkah”. Lalu “Hadapi Dan Coba Maknai Semua Berarti, Bukalah Hati Buka Kembali–Rasa Itu Awal Rasa Itu Akhir” — HMGNC pernah mengalami berbagai fase awal dan akhir dari 4 album yang dirilis sebelumnya bersama Homogenic. “Pagi Kan Terbenam, Gelap Kan Menerang, Rasa Itu Indah Rasa Itu Ragu, Selama Dunia Berputar Jangan Berhenti Berharap” — Namun semua pahit manis perjalanan itu tidak membuat berkecil hati karena HMGNC optimis di setiap cobaan pasti ada makna yang bisa dipelajari dan pasti akan datang lagi hal baik lainnya.

Album kelima ini bekerjasama dengan label records Demajors yang membantu dalam hal produksi dan distribusi. Album ini terlebih dahulu sudah dirilis secara digital mulai hari ini 2 Oktober 2017dan bisa didengarkan di kanal-kanal musik digital bersamaan dengan single ‘Buka Hati Buka Kembali”, lalu rilisan fisik berupa CD akan keluar pada tanggal 30 Oktober 2017.

Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin “Trans-Forms #3”

ONE Championship Kembali ke Jakarta

WE THE FEST 2017 Siap Ramaikan Jakarta Agustus Nanti!

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon