Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara) atau yang disingkat Museum MACAN. Merupakan sebuah museum seni di Jakarta yang memberikan akses publik terhadap seluruh koleksi seni modern dan kontemporer. Dengan luas 4.000 meter persegi, museum ini memiliki fasilitas khusus, yaitu ruang pendidikan dan konservasi. Bertempat di Wisma AKR area pameran ini didesain oleh Met Studio Design yang berbasis di London.

Sabtu (4/11) lalu museum MACAN resmi dibuka untuk umum, 90 karya seni lukisan, patung, maupun seni instalasi milik filantropi Haryanto Adikoesoemo akan dipamerkan di museum ini. Chairwoman Yayasan Museum MACAN, Fenessa Adikoesoemo pun menyampaikan bahwa sang ayah memiliki 800 koleksi yang telah dikumpulkan selama 25 tahun.

“Tetapi untuk pameran perdana ini, kurator Charles Esche dan Agung Hujatnika hanya memilih 90 karya yang mewakili konsep kuratorial pameran,” jelas Fenessa.

Sebagai pameran perdananya, museum MACAN menghadirkan “Seni Berubah. Dunia Berubah. Menjelajahi Koleksi Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara”, sebuah pameran inaugurasi yang menampilkan 90 karya seniman Indonesia dan internasional dari koleksi museum. Dikurasi bersama oleh Agung Hujatnika dan Charles Esche, karya-karya yang ditampilkan mengeksplorasi narasi sejarah seni Indonesia dengan dunia dalam kurun waktu 178 tahun.

“Seni Berubah. Dunia Berubah.” adalah sebuah dialog jangka panjang antara sejarah seni Indonesia dan sejarah seni global. Nantinya pameran ini akan berlangsung mulai 4 November 2017 – 18 Maret 2018. Untuk harga tiket dibandrol mulai dari Rp 50.000 untuk dewasa, Rp 40.000 untuk pelajar / mahasiswa, dan Rp 30.000 untuk anak-anak.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon