Hu Chun si betina panda di area outdoor. Foto: Alfian

Cai Tao dan Hu Chun menempuh perjalanan udara dari negri asalnya Cina, untuk tiba di Indonesia pada Kamis (28/09) lalu. Setelah lima jam melalui perjalanan yang melelahkan, sepasang panda itu bergegas menuju Taman Safari Indonesia di Bogor, untuk menjalani masa karantina selama sebulan, sebagai proses adaptasi dengan alam barunya.

Kemarin (01/11) masa karantina dua panda itu telah selesai. Cai Tao menempati ruang dalam, sedangkan Hu Chun berada di area luar. Untuk membuat nyaman, pihak Taman Safari menempatkan mereka pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (posisi tertinggi dalam kawasan Taman Safari) dengan suhu berkisar 15-24 derajat celcius perharinya.

Binatang yang masih memiliki sanad keluarga dengan beruang ini, termasuk kategori karnivora tidak sejati. Makanan kesukaan mereka adalah bambu, untuk itu telah disiapkan 10 hektar yang ditanami 63 jenis bambu.

Proses karantina sendiri berjalan baik, sehingga dua giant panda bisa segera dilihat oleh umum pada November tahun ini. Namun untuk kepastian tanggal masih dirahasiakan pihak pengelola.

Cai Tao dan Hu Chun berstatus pinjaman dari Pemerintah Cina untuk Pemerintah Indonesia. Dengan durasi selama 10 tahun. Jika masa telah lewat, maka dua panda gempal ini akan dikembalikan. Pun jika mereka memiliki anak, maka anak panda itu juga akan dipulangkan ke Cina.

Cai Tao dan Hu Chun merupakan pasangan giant panda hasil pengembangbiakan China Wildlife Conservation Association. Keduanya lahir pada bulan Agustus 2010 silam, dengan berat masing-masing 128 kilogram untuk Cai Tao dan 113 kilogram untuk Hu Chun.

Replika panda di lantai 3. Foto: Alfian

Istana Panda

Selama di Indonesia, dua panda itu menempati satu bangunan megah dengan ornamen khas negeri tirai bambu, bernama Istana Panda. Menempati lahan seluas 5.000 meter persegi, warna merah mendominasi sekeliling bangunan istana.

Berada di atas bukit dengan gaya rancangan arsitektur karya Jon Coe yang memang berkelas dunia. Memiliki tiga tingkatan dengan masing-masing tingkat sesuai kebutuhannya. Tingkat pertama diisi oleh ragam merchandise yang semuanya tentang panda, tingkat kedua terletak resto yang menjual ragam kuliner menarilk, dan yang paling atas tersedia ruang edukasi khusus panda: sejarah habitat asal giant panda, bilik biologis berisi replica medis untuk panda, serta sarana multimedia yang siap menayangkan informasi perihal budaya Cina dan pengetahuan umum tentang panda.

Boneka panda yang ada di lantai 1. Foto: Alfian

Dua panda itu sendiri menempati tingkat ketiga dengan area indoor dan outdoor. Ditunjang oleh fasilitas pendingin ruangan dan kaca kedap suara. Baik habitat indoor dan outdoor dirancang khusus untuk menduku segala aspek behavioral, enrichment dan kesehatan bagi panda untuk menunjukan prilaku alami mereka.

Istana Panda Indonesia diharapkan menjadi simbol persahabatan, perdamaian, kolaborasi berkelanjutan, pengetahuan jangka panjang dan masa depan cerah antara Indonesia dan Cina.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon