Dalam sebuah tulisan berjudul Culinary Tourism as a Tool for Regional Re-equilibrium yang ditulis oleh Montanari dan Staniscia (2009), dikatakan bahwa pariwisata dan kuliner berperan penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan sebuah daerah. Sementara itu Karim dan Chi mengatakan dalam sebuah tulisan berjudul Culinary Tourism as a Destination Attaction: An Empirical Examination of Destinations, bahwa kuliner mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke suatu daerah.

Di Indonesia sendiri, bisa dilihat dari bagaimana Bali mampu membuat wisatwan local dan mancanegara datang. Selain memang panorama alam yang indah, Bali memiliki budaya serta kuliner yang mengagumkan dan mampu menarik wisatawan, sebagaimana yang diutarakan oleh Janet de Neefe melalui tulisannya berjudul A Look at the Global Identit of Balinese Cuisine.

Mulai dari ayam betutu, babi guling, tipat cantok atau gado-gado Bali, dll. Adalah panganan kuliner yang khas Pulau Dewata. Di belakang ragam kuliner itu, Bali menyimpan tiga nama perempuan yang berjasa dalam meramu, menyajikan, lalu memperkenalkan ragam jenis makanan tersebut ke khalayak. Bisa dikatakan pula sebagai pahwalawan kulinernya.

  1. Ni Made Masih

Membuka sebuah kedai makanan dengan nama Made’s Warung pada tahun 1969, menyajikan tipat cantok dan minuman kopi juga the untuk para wisatawan Kuta. Tempatnya kecil. Beratap gentengm dinding gedeg, berlantaikan pasir, kursi dari bamboo, dan bale tikar. Di pojok belakang bale biasanya menyimopan kaleng krpuk yang menjadi teman ketika menyantap tipat cantok. Di beberapa tiang terdapat pisang bergantungan. Biasanya para turis dunia, terutama peselancar dari Australia senang mengusir haus dan lapar di tempat ini.

Made’s Warung. Pic by NN.

Sekarang Made’s Warung menjadi tempat favorit setiap kali berkunjung ke Bali. Mereka menjual ragam kuliner khas Bali seperti nasi capur, tuna saos Bali, sup ikan Bali, dan Babi Guling yang harus dipesan sebelum makan.

  1. Men Tempeh

Karena jenuh berjualan buah di pasar Gilimanuk, pada 1978 Ni Wayan Rarud atau akrab di sapa Men Tempeh memutuskan untuk menjual ayam betutu. Mulanya hanya menjual lima ekor lalu bertambah menjadi sepuluh. Sekarang perharinya mereka bisa menghabiskan 150-180 potong ayam.

Pic by NN.

Ayam bertutu Men Tempeh dikenal lezat dan pedasnya, serta menjadi cikal bakal ayam bertutu Gilimanuk. Men Tempeh telah berpulang sejak 2004, dari berbagai karyawan yang ikut dengannya kini membuka rumah makan ayam betutu juga di sekitaran Gilimanuk.

  1. Ibu Oka

Ibu Oka terkenal berkat sajian babi gulingnya sejak 1985. Bermula dari berjualan keliling, kini dirinya sudah memiliki tiga rumah makan: Puri Ubud, Peliatan, dan terakhir di rumahnya sendiri. Selebriti TV dunia sekelas Anthony Bourdain dan Rick Stein sengaja mampir ke sana hanya untuk membuat feature story tentang babi guling Ibu Oka yang kemudian disiarkan langsung oleh BBC Food.

Ibu Oka memulai usaha babi gling setelah diwarisi oleh mertuanya. Sebelumnya dia sering membantu sang mertua berjualan di tengah pasar Ubud. Barulah pada 1990, atas saran keluarga Puri Ubud, dia menyewa Bale Banjar dan menghentikan berjualan keliling.

Pic by NN.

Menu  utamanya hanya nasi lauk babi guling, berisi sedikit sayur. Yang  paling berkesan dan favorit banyak pengunjung adalah kulit babi  yang renyah. Ketika Anthony Bourdain membuat film ini, dia  menunjukkan dirinya makan dan menikmati kriuk-kriuk makan  kulit guling.

Penting dalam menjaga kuliner local beserta peranannya dalam memperkuat identitas sebuah destinasi serta mempertahankan warisan budaya, sehingga ketakutan terhadap invasi kuliner global bisa teratas. Seperti halnya Bali yang memiliki pahlawan dalam konteks kulinernya. Penting juga bagi siapapun untuk turut menjaga budaya daerahnya masing-masing.

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Jakarta Culinary Feastival Bergulir Mulai Kamis Ini

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon