Dalam lautan tutorial dalam usaha mempercantik diri dan vlog pengungkap kehidupan pribadi seseorang yang sebenarnya tidak perlu dikenal, YouTube dikenal memiliki banyak konten berkualitas yang membahas berbagai topik menarik. Salah satu yang memiliki banyak penggemar adalah topik tentang pembahasan film, tepatnya bagaimana sebuah film bekerja. Dan salah satu penyedia konten tentang pembahasan film yang paling banyak diakui kecerdasannya adalah Every Frame a Painting.

Berkarya sejak tahun 2013, Every Frame a Painting yang merupakan anak asuh dari Tony Zhou dan Taylor Ramos lahir dari problematika yang mereka alami sendiri; rumitnya menjelaskan ide-ide visual dengan menggunakan medium non-visual kepada teman-teman di kantor. Kemudian lahirlah video series bernama Every Frame a Painting sebagai solusi dari masalah tersebut, dan mereka telah melahirkan banyak karya yang terlahir dengan matang, jelas, padat, dan durasi yang tidak terlalu panjang untuk menghindari kebosanan.

 

Sayangnya, duo ini memutuskan untuk mengakhiri Every Frame a Painting dan memutuskan untuk move on ke bidang yang lain. Salah satu video terakhir yang mereka produksi bisa dibilang sebuah farewell yang baik, ketika duo ini membahas tentang Marvel Symphonic Universe yang menjadi banyak obrolan dan mengundang pujian di internet.

Kepergian Every Frame a Painting cukup disayangkan walaupun masih bisa dimengerti. Selain mereka, tentu saja masih banyak beberapa talenta lain yang memiliki bakat serupa dan tidak kalah menghibur. Salah satu contohnya adalah kaptainkristian.

Atau nerdwriter yang biasanya membahas banyak topik lain secara lebih luas namun tidak jarang juga membahas cara kerja film dengan analisa yang dipikirkan secara matang.

Homeshake Akan Menyambangi Jakarta Pada Januari 2018!

Le Money: Ketika Para Seniman Mengesampingkan Uang Demi Idealisme

Pond dan Segala Magisnya Siap Menyihir Jakarta

Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Lukisan Yang Dicoret

Photo Gallery: Magnitude Hammersonic 2017

Photo Gallery: Yellow Claw X Moet & Chandon